Pulang Ambil Kelapa, Seorang Anak Meninggal Dunia Tersengat Aliran Listrik

()

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Naas nasib yang menimpa salah satu anak asal Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman , dia tersengat aliran listrik hingga meninggal dunia pada Rabu, 27 November 2019.

"Anak tersebut bernama Yudi (10). Kejadian berawal dari korban membawa kelapa dari kebun milik orang tuanya yang tidak jauh dari rumah mereka. Saat berjalan usai mengambil kelapa, kepala korban menyentuh daun kelapa yang menjuntai. Ternyata daun kelapa yang mengenai kepala korban tersangkut di kabel listrik bertegangan tinggi" kata Kepala Polisi Sektor Sungai Geringging IPTU Dasrul, Kamis 28 November 2019.

baca juga: Penyebab Meninggalnya Ketua PN Lubuk Basung di Kolam Renang

"Seketika korban tersengat aliran listrik dan langsung terkapar. Pihak keluarga yang mengetahui langsung melarikan korban ke pusat kesehatan terdekat," jelas Dasrul.

Naas, kata kapolsek, korban telah meninggal sebelum mendapat perawatan lebih lanjut. "Saat ini korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga," sebut Dasrul.

baca juga: Ketua PN Lubuk Basung Meninggal di Kolam Renang Hotel

Kapolsek juga mengatakan, berdasarkan keterangan saksi yang bernama Jamil (26) warga sekitar kejadian, bahwa korban saat itu pakaiannya lembab karena tunai hujan.

"Kata saksi, saat itu sekitar pukul 17.00 masih rinai hujan. Sebelumnya hujan deras terjadi di lokasi. Daun kelapa tersebut menjuntai ketepi jalan dan tergantung di kabel," jelas Dasrul.

baca juga: Kecelakaan Libatkan 3 Mobil di Jalinsum Sijunjung, Satu Pengemudi Luka Berat

Usai kejadian, daun kelapa tersebut dipangkas oleh pihak PLN Sungai Geringging.

" Peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua. Berhati-hatilah jika mendapatkan situasi serupa. Jangan sampai kejadian seperti ini terung lagi," kata IPTU Dasrul.

baca juga: Geger di Batipuh Tanah Datar, Seorang Nenek Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Pihak kepolisian Sungai Geringging telah mendatangi TKP dan mencatat keterangan saksi. Selain itu, korban juga telah di visum sebelum diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (Rehasa)

Penulis: Eko Fajri