Kehabisan Stok Makanan, Korban Banjir Bandang Terpaksa Makan Mangga Muda

Nasib korban banjir bandang Solsel yang hanya makan mangga muda
Nasib korban banjir bandang Solsel yang hanya makan mangga muda (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

SOLSEL , KLIKPOSITIF  -- Sudahlah jatuh tertimpa tangga, mungkin pribahasa ini tepat ditujukan untuk Fitra Eka Yulia yang merupakan korban banjir bandang di Jorong Sapan Salak, Kenagarian Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Kabupaten Solok Selatan .

Perempuan itu mengaku sudah kehabisan stok makanan dan hanya memakan mangga muda yang masih berdiri kokoh di depan rumah orangtuanya.

baca juga: Peristiwa Pekerja Tertimbun Longsong di Tambang Emas, Ini Penyelidikan yang Dilakukan Polres Solsel

"Dari pagi belum makan, hanya makan mangga muda. Biasanya yang makan mangga muda monyet kan? Sama kayak itu sekarang," ujarnya.

Ia mengaku telah mendapatkan bantuan dua hari sebelumnya, namun setelah itu tidak ada bantuan lagi yang diterimanya.

baca juga: Ilegal Mining di Solsel, Kapolres Sebut Telah Lakukan Pencegahan dan Penindakan

Dijelaskannya, bantuan yang didapatkannya waktu itu adalah satu kilogram minyak goreng, telur, mie instan dan ikan kering. Namun bantuan itu bukan untuk dirinya sendiri, tapi harus dibagi untuk empat Kepala Keluarga (KK).

"Bahan itu sekarang sudah habis. Makanya kami hanya makan mangga muda ini saja," lanjutnya.

baca juga: Tim Evakuasi Masih Cari Warga Tertimbun di Tambang Emas Solok Selatan, Ini Identitasnya

Menurutnya, selain bantuan tersebut ia juga menerima bantuan lainnya berupa bantal dan selimut. Tetapi itu tidak mencukupi untuk tiga kepala keluarga yang ada di lokasi tersebut.

Sementara keadaan rumahnya saat ini masih belum bisa ditempati dan ia terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya yang tidak terkena material banjir bandang , karena lokasi pengungsian dinilainya sangat jauh, berjarak sekitar 5-6 kilometer dari rumahnya.

baca juga: Ada Penambang Emas di Solsel Dikabarkan Tertimbun, Camat SBH: Tambang Sudah Ditutup Sejak 2019

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R