Saksi Ahli JPU Mengaku Tak Tahu Posisi Mangrove Rusak Ketika Ditanya Hakim 

Sidang Mangrove di Pengadilan Negeri (PN) 1 A Padang
Sidang Mangrove di Pengadilan Negeri (PN) 1 A Padang (Istimewa )

PESSEL,  KLIKPOSITIF - Sidang kerusakkan mangrove di kawasan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) 1 A Padang.

Sidang lanjutan yang digelar Kamis, 28 November 2019, merupakan penyampaian keterangan saksi ahli Jaksa Penuntut Umum (JPU), terkait kasus melibat terdakwa Rusma Yul Anwar.

baca juga: Dinilai Tak Berdasarkan Dakwaan, Wabup Pessel Ajukan Banding Atas Putusan Hakim

Saksi Ahli yang merupakan Ahli Perizinan Lingkungan Hidup, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Esther Simon
mengungkapkan, tidak tau di mana letak posisi mangrove yang rusak. Sebab, ia mengaku tidak pernah turun ke lapangan.

"Saya hanya menjelaskan apa yang disodorkan soal masalah yang sedang dipermasalahkan saja," ungkapnya ketika ditanyai hakim saat persidangan ke 11 itu.

baca juga: Ratusan Warga Pessel Padati Ruang Sidang Kasus Mangrove

Sidang dipimpin Hakim Ketua Gustiarso yang mengagendakan mendegarkan keterangan saksi ahli tersebut dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya sebagai ahli, upaya terdakwa menanaman bakau dan pohon pelindung yang bersifat menunjang kehidupan satwa dan habitat di sekitar area adalah upaya pencegahan.

baca juga: Hakim Tunda Putusan Hasil Sidang Perkara Kerusakan Mangrove di Mandeh Pessel

Sebab lanjutnya, kegiatan penanaman pohon pelindung dapat mencegah dan mengantisipasi hal-hal yang akan menimbulkan dampak buruk pada lingkungan masyarakat.

"Iya, itu salah satu upayanya," terang dia.

baca juga: Dipersidangan Mangrove, Wabup Pessel Mengaku Sulit Konsultasi dengan DLH

Kemudian, ketika ditanyai hakim ketua terkait soal apakah semua mangrove itu menjadi hutan lindung, saksi menjawab ia sebenarnya bukan ahli khusus tentang mangrove .

Dengan dihadiri terdakwa, sidang ini usai sekitar pukul 15.00 WIB, dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu 4 Desember 2019 dengan agenda mendengar keterangan saksi terdakwa.

(Kiki Julnasri) 

Penulis: Joni Abdul Kasir