Sepakat Cabut Kembali Pohon di Halaman Sekolah, Aktivitas Belajar Mengajar Kembali Normal

kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 22 Pasaman
kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 22 Pasaman (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Sempat disegel oleh warga yang mengaku pemilik lahan, SD Negeri 22 Pasaman di Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ), Senin pagi (2/12/2019) sudah normal kembali melakukan proses belajar mengajar.

Majelis guru dan siswa di sekolah tersebut memulai aktivitas belajar mengajar, meski tanpa diawali dengan melakukan upacara pengibaran bendera seperti biasanya.

baca juga: Audy Sebut Sumbar Punya Potensi Jadi Lumbung Jagung Nasional, Pasbar Salah Satu Titiknya

"Kondisi halaman sekolah masih dipenuhi bibit sawit dan kelapa, sehingga pagi tadi kita belum bisa menggelar upacara bendera," ucap Kepala SD Negeri 22 Pasaman, Siti Patimah.

BACA JUGA:  SDN 22 Disegel, Kadisdik Pasbar Himbau Guru dan Siswa Tetap Lakukan PBM

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

"Setelah melalui tahapan dan rapat, rencananya pihak Dinas Pendidikan dan Pemda Pasbar akan memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut dalam waktu dekat," katanya.

Ia menjelaskan, penggugat dan perwakilan pemda pasbar sepakat mencabut kembali seluruh bibit kelapa dan bibit sawit yang ditanami.

baca juga: Seorang Warga Meninggal Dunia Dinyatakan Positif COVID di Pasbar

Selain itu, pihak penggugat dan sekolah sepakat mengembalikan tanah yang bermasalah kepada status quo sementara waktu, hingga ada keputusan tetap dan penyelesaian," jelasnya.

"Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan, agar seluruh proses belajar mengajar dan aktivitas siswa di luar ruangan bisa berjalan seperti biasanya," harap Kepsek SD Negeri 22 Pasaman itu.

baca juga: PKS dan PDIP Bergandengan di Pilkada Pasbar, Ini Alasannya

Ia memaparkan, sebelumnya belajar mengajar sempat dihentikan sementara waktu, karena adanya aksi penanaman sejumlah pohon oleh penggugat dari keluarga Hatta di pekarangan sekolah.

BACA JUGA:  Sekolah Disegel Warga, Murid SD di Nagari Aia Gadang Pasbar Dipulangkan

Hal itu dilakukan mereka sebagai wujud kekecewaan mereka. Kata mereka (penggugat), janji pemerintah daerah saat menghibahkan tanah akan memperkerjakan keluarga nya di sekolah itu, serta diangkat sebagai pegawai negeri sipil.

Akibat kejadian itu juga, Kepala Sekolah itu mengaku, sempat membuat sejumlah murid dan wali murid bertanya-tanya, namun hari ini pisikologi siswa terlihat normal dan bisa mengikuti proses belajar mengajar seperti biasanya.

Sementara, Kasatpol PP Pasbar Edi Busti mengatakan, tim turun ke lapangan untuk mencarikan solusi, agar proses belajar dan mengajar siswa berjalan seperti biasanya.

Terang Edi, akibat penanaman pohon itu siswa tidak bisa belajar maksimal dan termasuk menganggu kenyamanan majelis guru.

"Setelah bermuswarah, penggugat dan pemerintah daerah, sepakat mencabut seluruh tanaman yang ditanam. Selain itu status tanah yang bersengeketa jadi status quo, sebelum ada kekuatan hukum tetap antara pihak bersengketa," jelasnya.

Edi juga menambahkan, penggugat pun berjanji tidak akan melakukan penanaman pohon di halaman sekolah dan menganggu aktivitas proses belajar mengajar disekolah itu kedepannya," tambahnya.

Tanaman tersebut dicabut oleh penggugat dam dibantu oleh anggota Satpol PP Pasbar bersama anggota TNI Polri serta tokoh masyarakat dan Pemerintahan Nagari yang ikut dalam penyelesaian sengketa tanah tersebut.

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Eko Fajri