Gregetan dengan Berita 'Mangga Muda', Deputi Bidang Logistik BNPB Datang ke Solsel

Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi disambut Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Posko Utama Bencana Solsel di Kantor Camat Sungai Pagu Senin, 2 Desember 2019.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Prasinta Dewi disambut Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria di Posko Utama Bencana Solsel di Kantor Camat Sungai Pagu Senin, 2 Desember 2019. (KLIKPOSITIF/Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF -- Penanganan korban bencana Solok Selatan ( Solsel ) sempat menjadi sorotan, karena muncul pemberitaan korban bencana hanya makan mangga muda disebabkan kehabisan stok makanan.

Deputi Bidang Logistik BNPB Prasinta Dewi mengaku datang ke Solok Selatan karena merasa greget dan penasaran dengan pemberitaan itu.

baca juga: Syukuran, Petani di Solsel Sembelih Kerbau

Baca berita terkait : Banjir Bandang Terpaksa Makan Mangga Muda" href="http://news. KLIKPOSITIF .com/baca/61285/kehabisan-stok-makanan--korban-banjir-bandang-terpaksa-makan-mangga-muda">Kehabisan Stok Makanan, Korban Banjir Bandang Terpaksa Makan Mangga Muda

"Saya itu gregetan dengan pemberitaan media, perasaan sudah maksimal sebenarnya seperti apa sih penanganan bencana di Solok Selatan , apa yang kurang," kata Prasinta Dewi, Senin 2 Desember 2019 kemarin.

baca juga: Tim Penegak Disiplin Covid-19 Solsel Sosialisasikan Perda AKB Awas : Tidak Pakai Masker bisa dikenakan Denda Atau Pidana.

Pemberitaan tersebut imbuhnya, seakan mengundang lansung dirinya untuk datang ke lokasi bencana di Solok Selatan .

"Setelah saya datang, ternyata apa yang dilakukan oleh Pak Bupati dalam menangani bencana sudah bagus," ujarnya.

baca juga: Lagi, Masyarakat Solsel Terkonfirmasi Positif Covid-19

Ia melanjutkan ke depannya sebagai daerah rawan bencana, Pemkab Solsel agar dapat membuat media center informasi jika terjadi bencana.

"Pada saat bencana terjadi sebisa mungkin informasi melalui satu pintu agar rekan media tidak jalan sendiri-sendiri sehingga informasi bencana tidak simpang siur, karena rekan media memberitakan apa yang mereka lihat," jelasnya.

baca juga: Sidang Kasus Suap, Jaksa KPK Tuntut Muzni Zakaria 6 Tahun Penjara

Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria tidak menampik pemberitaan itu dan membenarkan bantuan untuk korban tersebut memang terlambat.

Ia mengungkapkan setelah mengunjungi korban secara langsung pihaknya mengetahui korban makan mangga muda karena menunggu bantuan yang dijemput kepala jorongnya.

"Bantuan sudah ada di kantor wali, Kepala Jorong warga tersebut sedang menjemput bantuan, namun karena sesuatu hal terlambat kembali ke warga," jelasnya.

Dia melanjutkan karena di depan rumah warga tersebut ada mangga yang sedang berbuah, sambil menunggu Kepala Jorong, beberapa dari mereka berinisiatif makan mangga muda.

"Ada tujuh orang warga saat itu yang makan mangga muda sambil menunggu bantuan," katanya.

Dia menjelaskan hingga hari ketiga bencana penyaluran bantuan dilakukan melalui kantor wali nagari.

"Hal itu kita lakukan, karena yang tahu persis warga terdampak bencana adalah wali nagari dan kepala jorong," katanya.

Namun imbuhnya, hari itu terjadi salah komunikasi antara kepala jorong dengan pihak posko bantuan di nagari.

"Salah komunikasi inilah yang menyebabkan bantuan yang semestinya segera menjadi terlambat," ujarnya.

Atas pemberitaan tersebut katanya, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang meliput kejadian sesuai fakta lapangan tersebut.

"Kita berterima kasih kepada wartawan yang memberitakan sehingga kita bisa cepat membenahi penanganan korban,"  katanya.

Secara umum katanya, penanganan korban sudah cukup baik, meskipun masih ada kekurangan yang harus diperbaiki.

Dalam penanganan bencana pihaknya telah bekerjasama dengan Forkopimda TNI-Polri.

"Sejak hari pertama terjadi bencana Beliau para TNI-POLRI bersama warga telah berjibaku membantu korban, terimakasih TNI-POLRI," ujarnya.

Kepada Wali Nagari, Kepala Jorong, termasuk semua pihak yang telah membantu penanganan bencana, Bupati berpesan agar tetap semangat dalam membantu warga.

"Semoga apa yang dilakukan bernilai ibadah disisi Allah hendaknya," katanya.

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Sumbar Rumainur mengatakan dalam penanganan bencana gelagapan dihari kedua dan ketiga itu biasa

"Tapi jangan lama-lama kalau bisa langsung rapat, buat laporan sehingga bantuan segera datang," katanya.

Dia menambahkan khusus untuk info bencana harus satu pintu agar tidak bias.

"Tunjuk satu orang pemberi informasi selain satu orang tersebut meskipun dia tahu, dia tidak berhak bicara," tegasnya. 

[Kaka]

Penulis: Iwan R