Jurusan Sastra Daerah Minangkabau FIB Unand Upayakan Peningkatan Literasi Masyarakat Sumaniak

Ketua Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand Pramono menyerah bantuan buku untuk pustaka Nagari Sumaniak yang diterima langsung oleh Seknag Sumaniak Leo Rivaldi
Ketua Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand Pramono menyerah bantuan buku untuk pustaka Nagari Sumaniak yang diterima langsung oleh Seknag Sumaniak Leo Rivaldi ()

SUMANIAK, KLIKPOSITIF - Jurusan Sastra Daerah Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas berupa meningkatkan minat baca (literasi) masyarakat di tingkat nagari. Peningkatan literasi dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian masyarakat di daerah Sumaniak, Tanah pada 30 November 2019 lalu.

Ketua Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand Pramono menyampaikan, pihaknya melatih kader-kader dari Sumaniak untuk peduli dengan minat baca. Mereka yang mengikuti kegiatan diharapkan mampu meningkatkan minat baca di daerah setempat.

baca juga: Dies Natalis Unand ke 64, Rektor: Mari Lanjutkan Pengembangan Unand

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu kader dari Sumaniak, perangkat walinagari Sumaniak, dan dosen-dosen dari Jurusan Sastra Minangkabau FIB Unand .

“Acara pengabdian masyarakat ini, telah direncanakan sejak awal semester tahun 2019/2020 ini. Bahkan, kegiatan ini telah berlangsung selama 3 kali dengan yang sekarang," ujar Pramono.

baca juga: Ini Tanggapan Pakar Politik Unand Tentang Pernyataan Puan Maharani

Acara yang diiringi dengan penyumbangan bahan literasi bagi masyarakat Sumaniak itu telah menjadi sumber daya pikir baru bagi ibu-ibu kader yang turut serta dalam acara tersebut.

“Harapan kami ke depan, masyarakat Sumaniak mampu merubah keadaan ‘nol buku’ ini menjadi tinggi minat akan literasi. Teknis untuk peningkatan minat literasi setiap masyarakat, terutama generasi pelajar, dapat dilakukan dengan model menjemput bola,” jelasnya.

baca juga: 9 Mahasiswa Penerima Beasiswa Asal Myanmar Mulai Pendidikan di Universitas Andalas

Kedepan, bukan masyarakat Sumaniak lagi yang datang ke perpustakaan, melainkan ibu-ibu kader yang hadir saat acara inilah nantinya yang akan mengantarkan bahan bacaan itu ke rumah-rumah masyarakat.

Dijelaskan Pramono, masalah saat ini kurangnya minat generasi muda untuk turut aktif dalam kegiatan literasi. Apalagi ditengah gempuran teknologi membuat generasi berada pada dua sisi. Disaat sumber mudah mendapatkan bahan bacaan, namun tidak mampu meningkatkan nafsu para pelajar untuk membacanya, apalagi melahirkan daya tahan lebih bagi pembacanya.

baca juga: Kasus COVID-19 Kembali Meningkat di Sumbar, Kepala Laboratorium Unand Ingatkan Hal Ini

Menurutnya, ada hal penting yang sering terlupakan oleh masyarakat saat ini, yakni literasi budaya. Minat baca sebenarnya tinggi, hanya saja, daya tahannya yang kurang.

"Sebetulnya, dengan literasi budaya tersebut, masyarakat sesungguhnya dapat melihat lebih dalam mengenai budaya yang hidup di sekitarnya, khususnya budaya Minangkabau," ujarnya.

Terakhir, Pramono berharap Jurusan Sastra Minangkabau mampu menjadi salah satu media pemenuhan keinginan masyarakat Sumaniak nantinya dalam penyediaan sumber literasi. (*) 

Penulis: Joni Abdul Kasir