Abrasi Pantai Landa Kawasan Konservasi Penyu di Pessel

Kodisi Kawasan Konservasi Penyu Ampingparak Pessel yang dilanda abrasi pantai
Kodisi Kawasan Konservasi Penyu Ampingparak Pessel yang dilanda abrasi pantai (Istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF  -- Abrasi pantai yang terjadi di Kawasan Konversi Penyu di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat semakin hari kian memprihatinkan. Namun, hingga kini masih belum ada penanganan.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Doni Gusrizal, menyampaikan hingga kini belum ada laporan masuk dari kecamatan maupun wali nagari setempat terkait hal itu.

baca juga: Dandim 0311 Pessel Akan Buka Akses Jalan Pancung Taba-Kampung Dilan di TMMD Tahun Ini

"Saya baru dapat informasi, soalnya sampai saat ini. belum ada laporan masuk. Besok pagi saya akan minta anggota untuk mestikan ke lokasi," katanya pada KLIKPOSITIF , Selasa 3 Desember 2019.

Ia menjelaskan, jika kondisi abrasi sudah mengancam, pemerintah daerah bakal membuatkan status tanggap darurat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang ditandatangani bupati.

baca juga: Dua Warga Pessel Positif COVID-19, Masing-masing Warga Sutera dan Ranah Pesisir

"Sedangkan untuk penanganan kita upayakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai di Padang. Pemerintah kabupaten, lanjutnya, hanya bersifat pemberitahuan," terangnya.

Terpisah, Divisi Logistik Kelompok Pengawas Masyarakat Laskar Pemuda Peduli Lingkungan (LPPL) Ampingparak, Jasman mengungkapkan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak lebaran tahun ini.

baca juga: Siburman Rajo Hitam Dinobatkan Menjadi Raja Adat Air Haji

Ia menjelaskan, kawasan yang terdampak sudah mencapai panjang 2 kilometer dengan lebar 40 meter dari total konservasi sepanjang 2,7 kilometer.

Untuk kawasan konservasi terdampak, pihaknya melalui nagari sudah mengupayakan bantuan melalui aspirasi anggota DPRD Provinsi, namun hingga saat ini masih belum ada realisasinya. "Ada juga informasinya bakal dikerjakan di 2020," ujarnya.

baca juga: Terciduk, Seorang Warga Pessel Diamakan Polisi Saat Transaksi Narkoba

Lanjutnya berharap, terkait kondisi abrasi yang terjadi sedapatnya pemerintah dengan cepat melakukan penanganan. Sebab, kawasan tersebut merupakan lokasi konservasi penyu dan menjadi tempat persinggahan serta tempat bertelur bagi populasi penyu.

"Artinya jika tidak ditangani dengan cepat, bisa mengganggu konservasi yang kita lakukan. Karena luas yang terdampak sudah sangat luas," tutupnya.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R