Kasus HIV AIDS di Pessel Alami Peningkatan Tajam

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PESSEL , KLIKPOSITIF  -- Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, HIV/AIDS di Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat melonjak tajam. Bahkan peningkatannya lebih dari 100 persen dari periode 2016.

Kepala Dinas Keaehatan, Satria Wibawa menyampaikan, banyaknya kasus sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menemukan kasus, sehingga setiap tahun selalu ditemukan.

baca juga: Ketua Bawaslu Pessel Sebut Anggota Legislatif Tanpa Surat Izin Dilarang Ikut Kampanye Paslon

"Secara teoritis dalam bidang ilmu kesehatan, perkembangan HIV/AIDS bisa melalui jarum suntik, hubungan badan dan jarum suntik narkoba," ungkapnya kepada wartawan di Painan, Selasa 3 November 2019.

Selain hubungan badan, lanjut Satria, faktor penyebab lainnya adalah gonta ganti jarum suntik narkoba.

baca juga: Sulitnya Membuka Jalan Baru di Kampung Dilan Pessel

Kemudian kemajuan teknologi informasi. Hal itu berdampak pada pergaulan bebas, baik gonta-ganti pasangan beda jenis, maupun sejenis.

"Jadi, HIV/AID ini sama dengan fenomena gunung ES. Di atasnya sedikit, tapi di bawah banyak. Makanya kami terus mencari orang yang terjangkit," tuturnya.

baca juga: Polres Pessel Siapkan Tim Pemburu Pelanggar Protokol COVID, Bagi yang Tak Pakai Masker Bakal Ditindak

Karena itu, sebagai langkah antisipasi dan penanganan, pemerintah daerah kini tengah menyiapkan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS melalui Peraturan Bupati (Perbup).

Katanya, komisi tersebut akan bertugas melakukan pencegahan dan penanganan bagi penderita. Saat ini, ulasnya, draft pembentukkan telah disusun dan bakal diajukan pada bupati untuk pengesahannya.

baca juga: Cerita Pelajar Kampung Dilan dengan Adanya Program TMMD di Pessel

Selain itu, melakukan kegiatan sosialisasi ke Sekolah Menengah Atas (SMA) tentang cara penularan penaran serta dampak negatif dari penyakit HIV/AIDS.

Mereka dinilai mampu menyampaikan pada lingkungan terdekatnya. Sementara untuk pengobatannya hingga kini hanya bisa dilakukan di RSUP M. Djamil di Padang.

"Di Sumbar, yang ada hanya di situ. Makanya pasien penderita dirujuk ke sana," tutupnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pessel , jumlah penderita HIV/AIDS di Pessel pada 2018 tercatat sebanyak 33 orang. Angka itu naik tajam dari periode 2016 yang hanya 18 kasus saja dan tahun 2017 18 kasus.

Dari total angka itu, 57 persen diantaranya merupakan laki-laki. Sedangkan 43 persen lainnya adalah perempuan.

[Kiki Julnasri]

Penulis: Iwan R