Bea Cukai Investigasi Motor Harley Davidson Ilegal di Pesawat Garuda Indonesia

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -Bea dan Cukai tengah melakukan investigasi tentang motor Harley Davidson ilegal yang dianggut pesawat pesawat Garuda Indonesia Airbus A300-900 Neo. Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan suku cadang moge merek Harley Davidson dan merek Brompton kini sudah disita untuk kepentingan penyelidikan.

"Lagi lakukan investigasi mendalam, penjelasan lengkap oleh pimpinan (Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati)," kata Heru dilansir dari Suara.com.

baca juga: Presiden Lantik Dewan Pengawas KPK Siang Ini

Heru menambahkan selama proses investigasi ini, pihaknya mengundang sejumlah pihak terutama dari pegawai Garuda Indonesia yang tahu persis soal pengiriman barang tersebut. "Kami ajak sama pihak-pihak yang terkait," ucap singkat Heru.

Heru mengaku kira-kira hasil investigasi kasus ini bakal keluar dalam waktu 2 hari kedepan, meski Heru tak menjelaskan sejak kapan pihaknya melakukan investigasi.

baca juga: Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Turunkan 1o Ribu Personel

Sebelumnya, Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Deny Sujantoro menceritakan, saat pesawat mendarat sesuai dengan prosedur yang ada para petugas melakukan pemeriksaan pesawat yang terdapat di Hanggar GMF Bandara Soekarno-Hatta.

Para petugas menyisir dari kokpit hingga kabin, namun tak didapati pelanggaran dari pesawat baru yang berpenumpang 22 penumpang yang terdiri dari 12 penumpang dan 10 awak pesawat tersebut.

baca juga: Ada Temuan Baru Kasus Novel Baswedan, Ini Kata Presiden

"Kami juga cek ada beberapa koper bagasi yang 22 orang, itu biasa kita cek," ujar Deny.

Kemudian petugas bea dan culai mendapati 18 boks berwarna cokelat yang dibawa penumpang dalam pesawat tersebut. Setelah diperiksa, isinya terdapat suku cadang Harley Davidson yang terurai.

baca juga: Periode 2015-2019, KPK Selamatkan RP 63,9 Triluan Uang Negara

"Dan dua boks isinya sepeda Brompton dalam kondisi baru. Atas dasar itu kita lakukan penelitian," ucap dia.

Dalam hal ini, menurut Deny, sesuai aturan penumpang tidak diperbolehkan untuk membawa barang bekas dari luar negeri masuk ke Indonesia.

Penulis: Ramadhani