Warga di Solsel Goro Membangun Rumah Warga Yang Terbakar

Warga di Solsel Goro membangun tiga rumah yang hangus saat musibah kebakaran 22/11 yang lalu, Solsel 4 Desember 2019
Warga di Solsel Goro membangun tiga rumah yang hangus saat musibah kebakaran 22/11 yang lalu, Solsel 4 Desember 2019 (KLIKPOSITIF/ Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF -- Warga Jorong Sungai Padi Nagari Lubuk Gadang Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan ( Solsel ) gotong royong (Goro) membangun kembali rumah warga terdampak Kebakaran yang menghanguskan tiga unit rumah didaerah itu pada Jum'at 22 November yang lalu.

"Api saat kebakaran itu juga menjalar dan merusak tiga rumah disekitarnya," Kata Camat Sangir M. Ruyani disela-sela Goro tersebut Rabu, 4 Desember 2019.

baca juga: Bertambah 8 Orang, Positif COVID-19 di Kota Solok Capai 106 Kasus

Dia mengapresiasi semangat warga yang untuk membantu saudara mereka yang terkena musibah.

"Alhamdulillah, Warga kita masih mempertahankan budaya gotong royong dilingkungan mereka untuk meringankan beban saudaranya yang terkena musibah," ujarnya.

baca juga: Polres Pariaman Bekuk Seorang Pria Diduga Pengedar Narkoba

Yulinar (43) salah seorang korban kebakaran tersebut menuturkan musibah itu telah menghanguskan seluruh harta bendanya.

"Tidak ada harta yang selamat, yang tersisa hanya baju yang masih terpasang dibadan,"Ujar Janda dua anak itu.

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

Ia menceritakan anaknya yang pertama saat ini sedang kuliah di salah satu perguruan tinggi di Padang, dan yang kedua kelas tiga SMA di Solsel .

"Anak saya yang pertama sedang menyusun skripsi dan yang kedua akan menamatkan SMA," ujarnya.

baca juga: Ini Pengakuan Ibu Pelaku Penusakan Syekh Ali Jaber Tentang Kondisi Anaknya

Ia melanjutkan sejak musibah itu anaknya belum mau berangkat kuliah karena tidak tega meninggalkannya tanpa ada tempat tinggal.

"Saya beranikan saja membangun kembali rumah ini, dengan dana seadanya sumbangan dari masyarakat yang peduli,, agar anak Saya mau berangkat kuliah"katanya.

Ia berharap mendapatkan kembali tempat berteduh dan bisa kembali bekerja sebagai tukang masak untuk memenuhi kebutuhan anaknya seperti sebelumnya.

"Tidak mungkin saya lama-lama seperti ini, anak butuh biaya. Saya harus kembali bekerja,"jelasnya.

Pasca kebakaran itu ujarnya, Untuk bantuan dari pemerintah tidak terlalu berharap mengingat saat ini juga terjadi bencana didaerah itu.

"Ada bencana banjir dan longsor, perhatian pemerintah tertuju kesitu, kami ikhlas, karena Pak camat beserta ibu selalu bersama kami dan membantu mengumpulkan sumbangan dari warga sekitar,"ujarnya tegar.

Senada Nela Selvia, (31) korban kebakaran lainnya mengatakan bantuan yang diterima lebih banyak dari masyarakat sekitar.

"Kan ada galodo, bantuan dari pemerintah ada, cuma lebih banyak dari warga sekitar," katanya.

Nurlela (55) mengatakan meskipun api tidak menghanguskan rumahnya, tetapi telah merusak bagian atapnya.

"Saat ini bocor semua, belum tahu dengan apa diperbaiki, kalau bantuan masyarakat hanya untuk tiga rumah yang hangus itu,"ujar perempuan yang berstatus janda tersebut.

Salah seorang warga yang ikut Goro Armen menyebutkan pada dasarnya material untuk bangunan korban kebakaran itu belum cukup.

"Saya lihat, Seng dan Kayu belum cukup, tapi mereka minta rumah mereka dibuat kembali, mudah-mudahan masih ada orang yang membantu saat bangunan ini terbengkalai,"Ujarnya. (Kaka)

Penulis: Eko Fajri