Jalur Sumbar – Riau Longsor, Sistem Buka Tutup Jalan Diberlakukan

Kondisi Jalan Raya Negara Sumbar-Riau KM 153 Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak Kecamatan Harau.
Kondisi Jalan Raya Negara Sumbar-Riau KM 153 Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak Kecamatan Harau. (Ist)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Hujan yang mengguyur Kabupaten Limapuluh Kota dan sekitarnya semenjak Selasa (3/12) malam sampai Rabu (4/12) pagi menimbulkan terjadinya longsor di Jalan Raya Negara Sumbar-Riau KM 153 Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak Kecamatan Harau sekitar pukul 10.30 WIB.

Akibat peristiwa itu, sebagian badan jalan tertutup material longsor berupa tanah, air, pasir, kerikil, lumpur, dan batu.

baca juga: Ikut Antar Cabup Positif Corona Mendaftar di KPU, Begini Kondisi Fadli Zon dan Andre Rosiade

"Material tertumpuk sepanjang lebih kurang 12 meter dengan ketinggian lebih kurang 5 meter," terang

Wakapolres Limapuluh Kota , Kompol Abdus Syukur Felani saat melakukan pemantauan ke lokasi, Rabu (4/12).

baca juga: 6 Nagari di 3 Kecamatan Terdampak Banjir di Lima Puluh Kota

Tertutupnya sebagian badan jalan membuat pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan memberlakukan sistem buka tutup jalan.

"Buka tutup arus lalu lintas dilakukan personel Polres Limapuluh Kota dan Polsek Harau," katanya.

baca juga: Hujan Deras di Lima Puluh Kota, Beberapa Daerah Dilanda Banjir

Dalam penanggulangan bencana longsor itu, Kompol Abdus Syukur Felani turun ke lapangan bersama Perwira Pengendali Regu On Call A, Kompol Bakhlis dan Kapolsek Harau, AKP Yuneldi Chainir, rombongan juga dibantu warga sekitar di Lokasi.

"Korban jiwa ataupun materil dalam bencana tanah longsor terpantau nihil," terang Kompol Abdus.

baca juga: Setelah Layanan IGD RSUD Achmad Darwis Ditutup , Giliran Pasar Nagari Situjuah Batua Ditutup

Sampai saat ini, pihak kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana (PBD) Kabupaten Limapuluh Kota masih menunggu alat berat jenis Loder yang di bawah kendali Balai Jalan Provinsi Sumatera Barat wilayah III tiba di Tempat Kejadian Peristiwa.

"Setelah alat itu nanti tiba, kita akan lakukan pembersiahan material," jelasnya. (*)

Penulis: Taufik Hidayat