Legislator Dorong KI Buat Indeks Keterbukaan Informasi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Anggota Komisi I DPR RI TB. Hasanuddin mendorong Komisi Informasi (KI) Pusat agar mengeluarkan Indeks Keterbukaan Informasi Publik Kementerian atau Lembaga Negara. Hal tersebut penting sebagai salah satu wujud dalam menjalankan amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

“Tujuan UU KIP itukan transparansi dan pertanggungjawab setiap lembaga publik kepada masyarakat. Ini penting KIP membuat Indeks agar masyarakat bisa menilai dan stakeholder bisa mengevaluasi,” jelas TB. Hasanuddin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama KI Pusat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (4/11/19).

baca juga: LIPI Temukan Endapan Tsunami Berusia 300 Tahun, Dipastikan Terjadi Berulang

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menyebut KI Pusat bisa mengambil peran tersebut, sehingga kiprah dan kinerjanya juga bisa ada ukurannya. Sejauh ini, ia menilai KI Pusat belum menunjukan agresifitasnya agar lembaga negara terbuka kepada publik.

Seperti diketahui, Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik adalah salah satu program legislasi nasional Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak masa bakti 1999-2004. Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik dibahas sejak tahun 1999, setelah melewati proses selama sembilan tahun, karena tuntutan akan tata kelola kepemerintahan yang baik (good governance) yang mensyaratkan adanya akuntabilitas, tranparansi dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses terjadinya kebijakan public. UU KIP disahkan DPR pada tanggal 3 April 2008, dan diundangkan pada tanggal 30 April 2008.

baca juga: Nggak Muluk-muluk, Ini Tipe Cowok Idaman Chef Renatta

Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya menetapkan petunjuk teknis standar layanan Informasi Publik dan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi. Komisi Informasi terdiri dari Komisi Informasi Pusat, Komisi Informasi Provinsi.

Menanggpi hal tersebut, Ketua KI Pusat Gede Narayana mengamini pernyataan TB Hasanuddin dan pihaknya mencoba melakukan forum discussion group (FGD) dengan stakeholder membahas usulan tersebut. “Saya sepakat, sehingga nanti mungkin seperti rilis indexs demokrasi ada ukuran soal tranrparansi informasi publik ini,“ jelas Gede. (*)

baca juga: Cegah Potensi Pelanggaran, Kontestan Pilkada di Bukittinggi Deklarasi Tolak Politik Uang

Penulis: Eko Fajri