Sri Mulyani Terus Dalami Kasus Harley Selundupan di Garuda Indonesia

penyelundupan barang mewah Harley Davidson
penyelundupan barang mewah Harley Davidson (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Bea Cukai masih terus menyelidiki SAS yang membawa motor Harley yang diselundupkan lewat pesawat Garuda Indonesia.

Motif SAS masih terus diselidiki, mengingat SAS disebut-sebut tak menyukai motor gede atau Moge. Diduga SAS hanya pasang badan melindungi pemilik sesungguhnya.

baca juga: Cegah Potensi Pelanggaran, Kontestan Pilkada di Bukittinggi Deklarasi Tolak Politik Uang

"Kami masih dalam proses terus melakukan penyelidikan terhadap motif awal, dan apakah betul yang bersangkutan (SAS) memang yang memiliki atau melakukan atas nama pihak lainnya," kata Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (5/12/2019) kemarin.

Menkeu menyebut soal itu menjadi salah satu pusat penyelidikan dan pemeriksaan Bea Cukai.

baca juga: DPR Sambut Baik Pembukaan Umrah Oleh Arab Saudi

"Kita juga melihat beberapa transaksi keuangan yang dalam hal ini bisa ditengarai memiliki hubungan terhadap inisiatif untuk membeli dan membawa motor itu ke Indonesia," sambung Sri Mulyani.

Untuk diketahui, akibat dari hal itu, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dipecat oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

baca juga: Sandiaga Uno Diprediksi Akan Kembali Bertarung di Pemilu 2024, Siapa Pasangannya?

Pencopotan ini ihwal dari kasus penyelundupan barang mewah Harley Davidson dan sepeda Brompton.

"Dengan ini saya akan memberhentikan Direktur Utama Garuda," kata Erick Thohir dalam Konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).

baca juga: Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Respon Novel Baswedan

Kendati demikian, pelepasan jabatan Ari Askhara terlebih dahulu menunggu proses RUPS, karena Garuda merupakan salah satu perusahan terbuka.

"Dan tentu proses dari ini prosedurnya lagi mengingat Garuda perusahaan terbuka," ucapnya. (*)

Sumber: Antara/Suara.com

Penulis: Eko Fajri