DLH Sumbar Kunjungi Kampung Iklim di Pessel

Foto bersama di kampung iklim
Foto bersama di kampung iklim (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PESSEL, KLIKPOSITIF - Kampung Alai Limau Gadang Lumpo, Kabupaten Pesisir Selatan walaupun telah mendapat penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLKH) tetap mendapatkan pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat (DLH Sumbar).

Tidak hanya DLH Sumbar, DLH setempat dan KLKH melalui petugas Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Kabupaten Pesisir Selatan aktif melakukan pembinaan terhadap kampung yang memboyong kategori Proklim Utama tersebut.

baca juga: Bantuan Alat Pengolahan Diharapkan Bisa Bantu Atasi Persoalan Sampah di Sumbar

Saat kunjungan lapangan, tim DLH Sumbar menyempatkan melihat perkembangan program Kampung Alai Limau Gadang Lumpo. Mulai dari pemanfaatan lingkungan, hasil kelompok tani dan pengelolaan sampah plastik rumah tangga.

Rombongan disambut oleh Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Pessel Darpius Indra, petugas TNKS Rika Putra Abas, Walinagari Limau Gadang Lumpo Nasrul Dt. Rajo Bagindo, Juli Iman Bonsu Ketua Kelompok Tani Batu Carano, Ketua Bamus, tokoh masyarakat serta pejabat terkait di Pessel.

baca juga: Hari Ini DLH Sumbar Ambil Lagi Sampel Air Laut Menghijau di Bungus Teluk Kabung

Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Pessel Darpius Indra menyampaikan, setelah mendapat penghargaan dari KLHK masyarakat setempat semakin bersemangat melakukan program yang berkaitan kampung iklim.

Bahkan, beberapa program sudah muka berjalan seperti pengelolaan sampah plastik, biogester, menanam tanaman dipekarangan serta membuat himbauan untuk tidak buang air besar (BAB) dengan bahasa lokal. Selain itu juga dilakukan pembinaan terhadap masyarakat setempat dan kampung disekitar Proklim.

baca juga: Mencicipi Apel Babungkuih Kampung Alai Limau Gadang Lumpo

"Program ini akan terus kami kembangkan, sebab Kampung Alai ini berpotensi untuk meraih kategori Lestari dengan membina 10 kampung disekitarnya," katanya, Jumat, 6 Desember 2019.

Sementara itu, petugas TNKS Rika Putra Abas menyebutkan, berbagai inovasi dilakukan di Kampung Alai. Saat ini sudah ada pengunjang ekowisa seperti atraksi arum jeram dan tubing yang pertama di Pessel.

baca juga: KLHK akan Bangun Pusat Pemusnahan Limbah Medis di Sawahlunto

"Alhamdulillah pengunjung kami mencapai 250 orang dihari libur. Walaupun begitu kami tetap berharap bantuan peralatan terutama alat pengolah sampah plastik. Sebab saat ini masih diolah manual," katanya.

Walinagari Nasrul Dt. Rajo Bagindo juga berkomitmen untuk mempertahankan prestasi yang mereka raih dengan berbagai gebrakan. Salah satunya dengan membiasakan menggunakan bahan dari alam seperti daun pisang dalam setiap pertemuan pasti.

"Jadi kami tidak menggunakan bahan dari plastik dalam setiap pertemuan. Kami upayakan nol plastik untuk bahan-bahan makanan dalam rapat nagari," ujarnya.

Prestasi tersebut, lanjutnya, berkat kerja sama dari semua pihak dalam menyukseskan kampung iklim. Manfaatkan selain bebas sampah plastik, masyarakat juga merasakan udara segar dari alam.

Ketua Kelompok Tani Batu Carano, Juli Iman Bonsu mengungkapkan, perjuangan mendapatkan Proklim dimulai sejak 2017 lalu. Banyak tantangan yang mereka hadapi mulai dari disebut aksi gila hingga dikatakan petugas kebersihan.

"Kami tetap berusaha hingga membuahkan hasil yang maksimal. Kedepan akan kami lanjutkan program ini," sebut penerima trofi Proklim tersebut. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir