Menag: Halal Bagi Muslim, Oke Bagi Non Muslim

Menag Fachrul Razi.
Menag Fachrul Razi. (Kemenag)

KLIKPOSITIF -- Industri Halal di Indonesia tengah berkembang. Di banyak tempat, kini dijumpai areal halal dengan beragam nama.

Ada yang menyebutnya sebagai pojok halal atau halal corner, kantin halal, dan sebutan lainnya.

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

Fenomena ini disambut baik oleh Menag Fachrul Razi. Sebab, sesuatu yang halal adalah baik, tidak hanya bagi Islam, tapi juga kalangan non Muslim.

Karenanya, kata Menag, istilah 'halal' tidak bersifat eksklusif, tapi inklusif. Agar lebih jelas, Menag mengajak pelaku bisnis untuk ikut mengkampanyekan bahwa halal itu baik buat semua.

baca juga: Pelajaran Sejarah Tidak Lagi Wajib?, Wakil Ketua MPR Sarankan Nadiem Makarim Kembali Belajar

"Saat buat pojok halal, ditulis: halal bagi muslim, berarti oke juga bagi non muslim," tegas Menag di Ciputat, Tangsel, Senin (09/12).

"Islam tidak eksklusif," sambungnya.

baca juga: Ini Pengakuan Ibu Pelaku Penusakan Syekh Ali Jaber Tentang Kondisi Anaknya

Menag lalu bercerita bahwa dirinya bersama sejumlah pimpinan Kementerian dan Lembaga Negara baru saja meresmikan pembangunan Menara Syariah di kawasan Kapuk, Jakarta Utara. Di kawasan tersebut, akan dibangun juga areal halal. "Menara ini dibangun konsorsium yang hampir semua non muslim. Ikut meresmikan Menko Maritim yang juga non muslim," ujarnya.

"Ini menunjukkan bahwa halal baik buat semua," tandasnya. (*)

baca juga: Keppres Piala Dunia U-20 Terbit, Ini Langkah Menpora

Penulis: Eko Fajri