Kapal Wisata di Painan Masih Minim Penyediaan Pelampung, Pos AL Minta Ini pada Pemkab

Danpos AL Painan, Pelda, Iwan saat mengecek keterdian alat pelampung pada kapal wisata di Carocok Painan
Danpos AL Painan, Pelda, Iwan saat mengecek keterdian alat pelampung pada kapal wisata di Carocok Painan (Klikpositif/Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Pos Angkatan Laut (Pos AL) Painan meminta Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendorong seluruh pelaku usaha kapal wisata di Kawasan Pantai Carocok Painan untuk meyediakan jaket pelampung bagi pengunjung.

Danpos AL Painan, Pembantu Letnan Dua (Pelda), Iwan mengungkapkan, hal itu untuk meningkatkan pengamanan wisatawan dari resiko wisata laut yang bakal terjadi. Sebab, dikatakan hampir dari 116 kapal wisata di Carocok Painan belum seluruhnya menyediakan fasiltas tersebut.

baca juga: Hari Ini, Pessel Tambah Empat Kasus Positif COVID-19

"Jadi dari Pos AL Painan mengajak pemda untuk memfasilitasi seluruh kapal wisata menyediakan jaket pelampung sebagai alat safety pengunjung saat melakukan penyeberangan di carocok painan," ungkapanya pada KLIKPOSITIF .

Ia menjelaskan, kelalaian para penggiat kapal wisata terhadap jaket pelampung salah satu hal yang tidak bisa diabaikan. Sebab, hal tersebut merupakan sarana untuk mengantisipasi korban saat kecelakaan.

baca juga: Bawaslu Pessel: Posting Terkait Pilkada di Medsos juga Pelanggaran bagi ASN

"Tujuan kami sebagai antisipasi kecelakaan dan mejaga keselamatan pengunjung wisata. Jangan sampai kecelakaan pada kapal wisata merenggut korban jiwa," terangnya.

Sementara itu, Pelaku Kapal Wisata Painan mengaku belum bisa melengkapi hal tersebut. Sebab, sejauh ini pihak hanya mengandalkan bantuan dan itu belum ada dari Pemkab setempat.

baca juga: Bawaslu Pessel Sebut Kepala Kampung Masuk Pihak yang Dilarang Dukung Paslon

Ia mengatakan, minimnya sarana pelampung membuat sebagian wisatawan banyak enggan untuk melakukan penyebarangan. Bahkan, cukup banyak juga yang menolak.

"Dulu pernah pengunjung menolak nail kapal karena tidak ada pelampung. Karena memang dari 116 kapal yang ada itu, hanya 40 pelampung yang ada itupun dari jasa raharja," terang Heru Ismajulio (31)

baca juga: Bawaslu Solsel: Kampanye Pertemuan Terbatas Tanpa STTP Ilegal

Pelda Iwan mengingatkan, Pemkab untuk lebih memperhatikan hal tersebut kepada seluruh pelaku usaha kapal wisata. Sebab, jika tidak hal itu akan menjadi ancaman bagi pengunjung dan membuat citra periwisata di daerah itu jauh dari harapan masyarakat.

"Ini untuk menciptakan rasa aman dan nyaman di destinasi wisata. Jadi kepada Pemda kami harapkan ini bisa jadi perhatian," tutupnya. (Kiki Julnasri)

Penulis: Eko Fajri