100 Ribu Orang Meninggal Per Tahun, Presiden Siapkan Payung Hukum Pemberantasan Penyakit TBC

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut sangat peduli dalam pemberantasan penyakit Tuberculosa atau TBC atau TB di tanah air, karena jumlah korbannya sangat besar sekali yaitu 300 orang dalam sehari atau 100 ribu orang meniggal dalam setahun.

“Kita harus bekerja sama dalam memberantas TBC,” kata Presiden Jokowi sebagaimana dikutip Ketua Forum Partnership Indonesia, Arifin Panigoro, usai bersama delegasi Aksi Stop TBC di Dunia diterima Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (9/12).

baca juga: Nggak Muluk-muluk, Ini Tipe Cowok Idaman Chef Renatta

Arifin menjelaskan, dalam pertemuan itu pihaknya melaporkan bahwa korban penyakit TBC di Indonesia masuk 3 (tiga) besar dunia, setelah India dan China. Karena itu, penanganan penyakit ini harus serius.

“Yang fokus kita bicarakan tadi selama ini TBC urusan di pemerintahan di Menteri Kesehatan , tapi dengan besarnya masalah susah kalau hanya Menteri Kesehatan ,” ungkap Arifin.

baca juga: Bunda Harus Tahu, Ini 15 Cara Memperbanyak ASI dengan Mudah dan Alami

Sebagai organisasi sipil, lanjut Arifin, pihaknya sunguh-sungguh mau membantu pemerintah dalam hal ini. Terutama terkait dengan kedatangan Rucika Ditto dari organisasi Stop TB Partnership International, yang akan menghadiri pertemuan internasinal dengan semua pemegang kepentingan/stakeholder dari pemberantasan TBC, di Jakarta, mulai Selasa (10/12) hingga Kamis (12/12).

“Karena dunia ini punya target dalam waktu 10 tahun dari sekarang, tahun 2030, kita berkeinginan untuk mengeliminasi atau meng-nol-kan TBC. Dan ini pekerjaan yang sangat tidak gampang untuk kita di Indonesia ini,” terang Arifin.

baca juga: Cegah Potensi Pelanggaran, Kontestan Pilkada di Bukittinggi Deklarasi Tolak Politik Uang

Untuk itulah agar mempermudah kerja sama antar kementerian, menurut Arifin Panigoro, saat ini sedang dirancang paying hukum seperti Peraturan Presiden (Perpres) khusus tentang pemberantasan penyakit TBC.

“Supaya nanti kerja sama antara menteri kesehatan dan menteri-menteri lainnya bisa lebih lancar,” kata Arifin seraya menambahkan, Indonesia ini kan otonomi daerahnya kuat, jadi bupati/wali kota perannya sangat penting.

baca juga: DPR Sambut Baik Pembukaan Umrah Oleh Arab Saudi

Karena itu, dengan Peraturan Presiden yang sedang dibuat ini nanti selain menteri kesehatan , menteri lain pun bisa ikut berperan di situ. Saat menerima Delegasi Aksi Stop TBC di Dunia itu, Presiden Jokowi didampingi oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensesneg Pratikno, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (*)

Penulis: Eko Fajri