BMKG Pasang Sensor EEWS di BPBD Bukittinggi, Ini Fungsinya

Ilustrasi sistem Sensor EEWS
Ilustrasi sistem Sensor EEWS (Ist)

KLIKPOSITIF -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang memasang Sensor EEWS (Earthquake Early Warning System) di kantor BPBD Kota Bukittinggi pada Rabu (11/12). Pemasangan sensor tersebut merupakan kerja sama antara BMKG dengan Institute of Care Life (ICL).

Menurut penjelasan kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, BMKG akan memasuki era baru dengan membangun Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi (Indonesia Earthquake Early Warning System-InaEEWS).

baca juga: Aturan Bersepeda dari Kemenhub Soal Wajib Pakai Helm, Ini Penjelasannya

"Sistem ini akan memberikan informasi lebih dini sebelum gempa kuat melanda suatu kawasan. Sistem ini tidak saja bermanfaat bagi masyarakat agar dapat bertindak lebih cepat menyelamatkan diri, tetapi juga dapat mengamankan objek vital berbasis respon instrumen. Sistem transportasi cepat, MRT, penerbangan dan industri penting dapat dinon-aktifkan seketika (shut down), beberapa detik lebih awal sebelum gempa menibulkan guncangan dan kerusakan," Jelasanya.

Sistem EEWS ini tidak bertujuan untuk meramal kapan terjadi gempa besar, tetapi lebih kepada memberi peringatan kepada masyarakat bahwa akan terjadi gempa kuat dalam hitungan beberapa detik hingga beberapa puluh detik ke depan.

baca juga: 16 Paket Besar Ganja Kering Disita, Empat Pelaku Dibekuk di Pasbar

Sistem kerjanya, saat terjadi gempa, sensor EEWS akan merekam datangnya gelombang P, sistem secara spontan menginformasikan estimasi tingkat guncangan yang mungkin terjadi dan waktu kedatangan gelombang S.

Selain di BPBD Kota Bukittinggi, Sensor ini akan dipasang di 50 titik di wilayah sumatera Barat yang berdekatan dengan sumber gempa bumi.

baca juga: Pelajaran Sejarah Tidak Lagi Wajib?, Wakil Ketua MPR Sarankan Nadiem Makarim Kembali Belajar


Menurut Deputi Bidang Geofisika, Muhammad Sadly, "teknologi EEWS yang akan dijadikan ujicoba pembangunan dan kerjasama ini mengacu kepada sistem EEWS di Negara China.

Informasi yang diberikan oleh sistem peringatan dini gempa ini mencakup:
(1) estimasi intensitas gempa,
(2) waktu tiba gelombang S,
(3) estimasi magnitudo gempa, dan
(4) lokasi episenter gempa

baca juga: Ini Pengakuan Ibu Pelaku Penusakan Syekh Ali Jaber Tentang Kondisi Anaknya

"Untuk sementara waktu, sensor EEWS ini masih dalam tahap ujicoba, sehingga masyarakat umum belum bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Namun kita semua berharap ujicoba ini bisa berjalan sukses. Sehingga bisa segera dimanfaatkan untuk pengurangan resiko bencana gempabumi," (*)

Penulis: Eko Fajri