Sekitar 1.500 Hektare Lahan Pertanian di Limapuluh Kota Terendam Banjir

Banjir di kawasan Taram Limapuluh Kota
Banjir di kawasan Taram Limapuluh Kota (KLIKPOSITIF/Halbert Caniago)

LIMAPULUH KOTA, KLIKPOSITIF -- Seluas 1.500 hektare lahan pertanian masyarakat di Kabupaten Limapuluh Kota tergenang akibat banjir yang terjadi sejak Senin 9 Desember 2019 lalu.

Lahan pertanian tersebut tergenang sejak awal bencana lalu dan hingga Rabu 11 Desember 2019 keadaannya masih belum berobah.

baca juga: 7 Nagari di Batangkapas Pessel Terdampak Banjir, Rumah dan Jembatan Rusak Parah

"Yang kami hitung saat ini, lahan pertanian yang terdampak itu seluas 1.500 hektare," ujar Bupati 50 Kota, Irfendi Arbi, Rabu 11 Desember 2019.

Ia mengatakan, untuk kerugian dari lahan pertanian tersebut akan dicatat setelah banjir surut dan masyarakat sudah bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

baca juga: Hujan Deras di Kota Padang, Jundul Rawang Banjir Lagi

"Nanti akan kami catat kerugian kembali, arena saat ini kami masih fokus terhadap penanganan kepada masyarakat," lanjutnya.

Irfendi mengatakan bahwa saat ini di Kabupaten yang ia pimpin itu debit air masih belum terlalu signifikan turunnya karena keadaan cuaca yang masih cenderung hujan.

baca juga: Korban Banjir di Muaro Painan dan Batangkapas Pessel Dievakuasi

"Cuaca saat ini masih hujan di sini, saya imbau masyarakat agar tetap waspada dan diharapkan agar bisa bersabar hingga situasi kembali membaik," imbaunya.

[Halbert Caniago]

baca juga: Warga Batangkapas Pessel Nekat Terobos Banjir

Penulis: Iwan R