Lulus Administrasi, 286 Peserta Ikuti Tes Lanjutan Calon Panwascam di Pessel

Komisioner Bawaslu Pessel dan staf
Komisioner Bawaslu Pessel dan staf (Ist)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan , Sumatera Barat mengumumkan sebanyak 286 peserta seleksi Pengawasan Kecamatan (Panwascam) lulus tahap administrasi untuk Pilkada serentak 2020.

Hasil lulus administrasi diumumkan pada Selasa 10 Desember 2019.

baca juga: Bawaslu Pessel Temukan Dua Oknum yang Diduga Langgar Netralitas PNS

Ketua Bawaslu Pesisir Selatan , Erman Wadison mengatakan, setelah tahap administrasi peserta rekrutmen Panwascam bakal melanjutkan tahap ujian secara online dengan sistem computer assisted test (CAT) dan wawancara.

"Ujian CAT dilakukan tanggal 14 sampai 16 Desember, dan langsung dilakukan tahap wawancara," ungkapnya kepada KLIKPOSITIF didampingi Koordinator Devisi Pengawasan Syafrijal Chan, Koordinator Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Nurmaidi dan Koordinator Divisi Sengketa Arieski Elfandi di Painan, Rabu 11 Desember 2019.

baca juga: Kasus COVID di Pessel Terus Bertambah, Total Hingga Hari Ini Sudah Tercatat 253 Orang

Syafrijal Chan menjelaskan, dalam menjalani tahapan seleksi CAT dan wawancara ada beberapa hal yang harus diperhatikan perserta. Diantaranya memahami isi soal dan teliti dalam memilih jawaban.

Katanya, ujian CAT dan wawancara hanya seputar regulasi tentang kepemiluan, tentang Undang-undang Pilkada, tentang nilai pancasila serta undang-undang dasar (UUD) 1945 dan pengetahuan kewilayahan.

baca juga: KPU Pessel Belum Tetapkan Besaran Dana Kampanye Peserta Pilkada 2020

"Cuma detail belum kita ketahui karena untuk
CAT Bawaslu RI menyiapkan," jelasnya.

Selain itu, hasil kelulusan peserta juga dinilai melalui masukan dan tanggapan masyarakat. Ini merupakan penilaian akhir bagi peserta untuk bisa bergabung dengan Bawaslu.

baca juga: Soal Transparansi Anggaran COVID-19 di Pessel, DPRD Harap KPK Lakukan Audit

"Tanggapan masukan ini akan langsung diklarifikasi kepada peserta saat wawancara. Dan ini akan jadi pertimbangan dalam penilaian akhir," terangnya.

Ia berharap, seluruh tahapan perekrutan Panwascam untuk Pilkada 2020 ini bisa berjalan lancar dan bisa menghasilkan anggota yang berintegritas serta dapat mengawasi Pilkada dengan baik.

"asemua tahapan dipastikan berjalan sesuai aturan dan sangat menjunjung tinggi azas keadilan untuk membentuk Panwascam yang berintegritas," tutupnya.

Penerimaan ad-hoc Panwascam Pilkada 2020 ini merupakan kabar gembira bagi peserta. Sebab, gajinya naik dibandingkan Pemilu 2019 dari Rp.1,8 juta untuk ketua naik menjadi Rp.2,2 juta dan anggota Rp.1,6 juta naik menjadi Rp1,9 juta.

Keputusan tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Keuangan nomor 735 tentang Standar biaya honororium Badan ad-hoc Pemilihan 2020.

(Kiki Julnasri)

Penulis: Rezka Delpiera