MUI Dalami Soal Ujian di Solok yang Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad

Sekum MUI Kabupaten Solok, Drs. Elyunus.
Sekum MUI Kabupaten Solok, Drs. Elyunus. (KLIKPOSITIF/ Syafriadi)

SOLOK , KLIKPOSITIF -- Majlis Ulama Indonesia ( MUI ) Kabupaten Solok masih mendalami munculnya soal ujian Pendidikan Agama Islam (PAI) semester I kelas IV Sekolah Dasar di kecamatan Junjung, Kabupaten Solok yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW.

"Yang jelas, kita masih mendalami terkait munculnya soal ujian yang sangat meresahkan masyarakat dan umat Islam ini, masih dalam proses," sebut Sekretaris Umum MUI Kabupaten Solok , Elyunus, Kamis (12/12) di Arosuka.

baca juga: Sudah 43 Orang, Kasus Positif COVID-19 Kota Solok Naik Drastis

Menurutnya, kejadian tersebut masuk ranah penistaan agama atau tidak, itu tergantung dari hasil investigasi yang bakal dilakukan oleh Majlis Ulama Indonesia Kabupaten Solok bersama pihak terkait.

BACA JUGA:  Soal Ujian SD di Junjung Sirih Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad SAW, Ini Penjelasan Disdik

baca juga: Erick Thohir Sebut Biaya Produksi 150 Ribu Dosis Vaksin Capai Rp1,3 Triliun

Tapi yang jelas, ulasnya, persoalan itu harus dilihat dari dua sisi, baik dari mekanisme kelembagaan di dinas itu sendiri dan juga perbuatan yang menyebabkan munculnya soal ujian yang bertentangan dengan keyakinan umat Islam.

Secara kelembagaan, proses penyelesian terhadap kejadian itu diserahkan pada yang pihak terkait. Secara perbuatan yang berpotensi menyinggung perasaan umat Islam akan dilakukan pendalaman lebih lanjut.

baca juga: Tak Ada Lockdown di Guguak Tinggi Agam, Masyarakat: Situasi Aman Saja

"Kita akan gali lebih dalam lagi terkait munculnya soal ujian tersebut, kita klarifikasi kepada semua pihak terkait sesuai dengan prosedur yang ada, kita tidak akan memberikan putusan tanpa kajian yang mendalam," sebut Elyunus.

Ditegaskan Elyunus, kalau secara harfiah, soal tersebut jelas-jelas bertentangan dengan keyakinan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang mulia dan jauh dari sifat dan sikap seperti yang dimuat di soal ujian itu.

baca juga: Sekolah di Zona Kuning Diizinkan, KPAI Sebut Sangat Berbahaya

"Kalau ini masuk ke ranah penistaan agama atau tidak, kita akan dalami lagi, tapi sejatinya munculnya soal seperti itu tergantung niat, kalau itu kesalahan yang tidak disengaja tentu ada pertimbangan lain," sebutnya.

Namun demikian, pihaknya juga akan menilai sejauh mana karakter orang yang terlibat dalam membuat soal. Kalau memang ada kecendrungan unsur kesengajaan tentu ada proses lebih lanjut dan sanksi.

"Kalau sekarang mereka yang membuat soal seperti ini sudah terkena sanksi secara sosial, kalau secara hukum tentu kita lihat nanti proses yang kita lakukan bersama pihak terkait," tutupnya.

Sebelumnya, masyarakat Solok dihebohkan dengan viralnya soal ujian semester I kelas IV SD di kecamatan Junjung Sirih yang dinilai melecehkan kepribadian dan sikap Nabi Muhammad SAW, Rabu 11 Desember 2019.

Dalam soal ujian PAI yang sudah terlanjur dikerjakan oleh siswa pada Senin 9 Desember 2019 di 16 sekolah dasar di Kecamatan Junjung Sirih itu, muncul soal dengan nomor urut 13 yang berisikan "Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani ?. Dalam menjawab pertanyaan itu, siswa diberikan pilihan jawaban diantaranya :
A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua. (*)

Syafriadi

Penulis: Eko Fajri