Faldo Maldini Berpeluang Maju ke Pilkada Pessel

Faldo Maldini
Faldo Maldini (dok)

KLIKPOSITIF Faldo Maldini batal maju sebagai calon kepala daerah Sumatera Barat (Sumbar) 2020. Gugatannya sehubungan dengan batas usia minimal calon gubernur dan wakil gubernur ditolak Mahkamah Konstitusi.

Setelah keputusan tersebut, pengamat membuat berbagai kalkulasi mengenai peluang Faldo untuk maju sebagai calon kepala daerah di Pesisir Selatan (Pessel) yang dilaksanakan pada tahun depan.

baca juga: Rakor Bawaslu Solsel Tentang Pengawasan Pilkada Hasilkan 5 Poin Komitmen

Pengamat politik dari Universitas Andalas, Asrinaldi, menilai Faldo cocok maju di Pessel karena memiliki ikatan emosional dengan daerah tersebut. Sebagai informasi, kedua orang tuanya berasal dari Tapan, salah satu kecamatan di Pesisir Selatan. Popularitasnya sangat besar di kelempok pemilih milenial. Meski demikian, Asrinaldi menilai bahwa Faldo butuh kerja keras untuk mendapatkan suara dari segmen lainnya.

“Kalau yang dituju adalah masyarakat umum, memang agak berat mengubah pilihan mereka karena mereka sudah punya pilihan politik. Kita bisa melihat kemenangan Darizal Basir yang siginifikan di Pessel,” ujar Asrinaldi saat dihubungi melalui ponsel dari Padang, Kamis (12/12).

baca juga: Sandiaga Jadi Timses Menantu Jokowi, Analis: Dari Seri A ke Seri C

Sementara itu, Pengamat politik dari Universitas Negeri Padang, Eka Vidya, juga berpendapat bahwa Faldo paling cocok maju di Pessel dari 19 daerah di Sumbar. Alasannya, pemilih di Sumbar tergolong pemilih tradisional, dan Faldo memiliki hubungan kedaerahan dengan Pessel sebagai kampung kedua orang tuanya.

“Ada ukuran seseorang maju di menjadi kepala daerah di Sumbar. Pertama, ada partai pengusung. Kedua, punya basis dukungan. Ini berkaitan dengan kedaerahan karena pemilih untuk level kepala daerah ukurannya ialah kedaerahan. Basis kedaerahan ini didukung oleh tokoh kunci. Tokoh kunci ini adalah tokoh masyarakat pada tingkat lokal yang punya pengaruh ke bawah. Ketiga, pembiayaan. Dari ukuran itu, daerah yang paling memungkinan bagi Faldo untuk maju sebagai kepala daerah di Sumbar ialah Pessel,” tutur Eka.

baca juga: Bawaslu: Wali Nagari yang Ikut Politik Praktis Pemenangan Paslon Bisa Dipidana

Jika ingin menang mudah, kata Eka, pilihan paling rasional bagi Faldo ialah berkoalisi dengan petahana. Menurutnya, sosok Faldo dapat menjadi pembeda bagi petahana. Ia menilai ada daya tawar yang sangat besar.

“Itu tolok ukur petahana kuat. Lagi pula, jika menjadi wakil Hendrajoni, Faldo menjadi faktor pembeda yang menguatkan. Dari segi jaringan, Faldo punya jaringan yang tak kalah dari Hendrajoni. Dari segi usia, usia Faldo progresif. Dari segi pengetahuan dan keterampilan, Faldo jauh di atas yang lain karena sudah teruji dalam pertarungan wacana pada tingkat nasional. Jadi, Faldo punya daya tawar tersendiri,” tutup Eka.

baca juga: Refly Harun Dorong KPU Ciptakan Aturan Baru Soal Pilkada

Adapun Faldo Maldini belum menyatakan sikap resmi terkait dengan langkah politiknya. Ketua DPW PSI Sumbar tersebut mengatakan bahwa ia ingin ikut menghadirkan kepemimpinan terbaik bagi masyarakat Sumbar.

“Untuk menghadirkan kepemimpinan terbaik bagi masyarakat Sumbar, kita harus punya standar tinggi dalam gagasan calon kepala daerah, baik bupati maupun gubernur. Benar atau tidak mereka memang memikirkan nasib kita hari ini hingga anak cucu kita,” kata Faldo. (*)

Penulis: Pundi F Akbar