Survei: Warga Sumbar Pilih Pemimpin Merakyat

Diskusi Jaringan Pemred Sumbar.
Diskusi Jaringan Pemred Sumbar. (Ist)

KLIKPOSITIF -- Sumatera Barat akan menggelar Pilkada pada 2020. Wakil Dekan Fisip Universitas Andalas (Unand) Aidinil Zetra memaparkan hasil survei kampusnya dalam Diskusi Publik Jaringan Pemred Sumbar di Padang, Jumat (13/12).

"Pertanyaan besarnya, apa faktor yang membuat masyarakat menjatuhkan pilihan memilih pemimpin?" Ujarnya.

baca juga: Bawaslu Payakumbuh Ajak Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi Dalam Pengawasan Pilkada

Dari hasil survei, hal pertama yang membuat masyarakat menjatuhkan pilihan adalah pemimpin yang merakyat (20,3%). Pempimpin populis masih mendapat tempat.

Berturut-turut setelah itu: jujur dan berintegritas (13,6%), berpengalaman (12,3%), bijaksana, wibawa, religius
(11,9%). Pempimpin yang berprestasi hanya mendapat porsi 7,4%.

baca juga: Indeks Kerawanan Pemilu Sumbar Tertinggi Nasional, Bawaslu Siapkan Strategi Pengawasan

Sementara yang memilih karena tampan/cantik dan santun memiliki persentase paling kecil yaitu 0,3%.

Dari hasil survei ini, sebutnya, butuh peranan masyarakat civil society untuk mengawalnya agar Sumbar dapat pemimpin yang terbaik.

baca juga: Wako Payakumbuh Minta Pelaksanaan Pilkada Patuhi Maklumat Kapolri

Misalnya, dalam hal merakyat. Jika tidak dikawal, yang terjadi adalah merakyat semu (artifisial). Butuh peranan masyarakat sipil--termasuk media--untuk menjelaskan mana yang artifisial mana yang tidak.

"Kita butuh pemimpin merakyat yang otentik. Sebelum dia memimpin dan saat memimpin tidak ada bedanya," ujarnya.

baca juga: Ini Makna Nomor Urut Bagi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota

Kalau tidak dikawal, sebutnya, masyarakat Sumbar akan terkecoh dalam memilih. Efek buruknya, Sumbar tidak akan maju-maju.

Pembicara lain, Anggota DPD RI Leonardy Harmainy, menyebut bahwa yang dibutuhkan masyarakat Sumbar adalah pertumbuhan ekonomi.

"Pemimpin harus bisa berbicara tentang pertumbuhan ekonomi dan mampu meningkatkan daya beli masyarakat,"  ujarnya.

Pembicara terakhir, Pemred Singgalang, Khairul Jasmi, mengusulkan beberapa kriteria pemimpin untuk Sumbar seperti punya visi pembangunan insfrastruktur, memberikan layanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam diskusi yang dimoderatori Dosen UIN Imam Bonjol, Abdullah Khusairi, juga mengukuhkan Jaringan Pemred Sumbar (JPS) yang dikoordinatori Pimred Padang Ekspres, Heri Sugiarto. (*)

[Andika]

Penulis: Pundi F Akbar