BKKBN Evaluasi Kinerja PKB se-Sumbar Jelang Harganas 2020

Pertemuan kader PKB se-Sumbar di kantor Balaikota Pariaman, Sabtu (14/12).
Pertemuan kader PKB se-Sumbar di kantor Balaikota Pariaman, Sabtu (14/12). (KLIKPOSITIF/Khadijah)

PADANG, KLIKPOSITIF - Dalam rangka peringatan Hari Nusantara 2019, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN " href="http://www. KLIKPOSITIF .com/tag/bkkbn" target="_blank"> BKKBN ) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menggelar pertemuan dengan seluruh Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) guna melakukan konsolidasi terkait pencapaian program KKBPK di tiap daerah di Sumbar di Balaikota Pariaman, Sabtu, 14 Desember 2019.

BACA JUGA: Sumbar Masuk Daerah Tak Toleran, DPRD Pertanyakan Indikator Survei

baca juga: Peduli Generasi Muda, Fadly Amran dan Dian Puspita Raih ABG Award 2020

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar Syahruddin menjelaskan, selain bertujuan untuk konsolidasi pencapapaian program yang telah mendekati akhir tahun, namun juga dilakukan untuk memaksimalkan pencapaian pada 2019. Sehingga apa yang belum dicapai dapat segera dilaksanakan dan menjadi perhatian bersama sebelum menuju 2020.

"Di 2020, kita memiliki iven yang cukup besar yang akan dilaksanakan yakni Hari Keluarga Nasional (Harganas). Fokus pada iven itu yakni kampung KB, sehingga nantinya pelaksanaan dari acara puncak kegiatan itu akan dilaksanakan di Kampung KB," kata Syahruddin kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

baca juga: Wawako Solok Terima Anugerah Ayah GenRe Sumbar 2020

Ia menjelaskan, ada beberapa kampung KB yang akan dikunjungi dan dilihat apa keunggulan yang dimilikinya. Seperti sumbar daya yang dimiliki masyarakat kampung itu sehingga diyakini memang memberikan sebuah kemajuan besar pada masyarakat yang berada di kampung KB tersebut.

Oleh karena itu katanya, betul-betul dibutuhkan keseriusan terhadap pengelolaan kampung KB yang ada di Sumbar, sehingga nanti benar-benar terasa suasana dari kampung yang menjalankan program KKBBK.

baca juga: Kunker ke 50 Kota, BKKBN Sumbar Kenalkan Rebranding Bangga Kencana dan GDPK

"KKBPK merupakan program Presiden RI Joko Widodo yakni membangun daerah-daerah pinggiran yang selama ini tidak tersentuh. Sehingga daerah tersebut dapat sejajar dengan kampung lainnya," katanya.

Selain itu, melalui kampung KB ada berbagai solusi yang diupayakan untuk mengejar ketertinggalan-ketertinggalan di kampung itu sehingga kemakmuran yang dirasakan masrayakat dapat merata jika dibandingkan dengan daerah lainnya.

baca juga: Masyarakat Sumbar Selalulah Pakai KB Selama Pandemi COVID-19!

"Untuk di Kota Padang, pilihan Kampung KB yang menjadi pilihan untuk dikunjungi adalah Pangkalangan, yang berada di Padang Selatan," ujarnya.

Sementara itu lanjut Syahruddin, sejauh dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, masih banyak kekurangan yang belum tercapai oleh PKB sesuai dengan yang diharapkan.

Dijelaskannya, kinerja PKB saat ini mengalami penurunan dibandingkan dua tahun lalu, yakni sebelum disahkan dua tahun yang lalu. Pada saat itu, PKB masih berada di bawah otonomi daerah, namun semenjak "reformasi", PKB statusnya sudah di bawah BKKBN Pusat.

"Kekurangan dari PKB yang saat ini yaitu kinerja yang belum maksimal," katanya lagi.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BKKBN berusaha untuk mengefektifkan kerja dari PKB dengan memanfaatkan teknologi.

"Hari ini, para penyuluh se-Sumbar akan diberikan materi tentang Dupak, yakni sistem atau aplikasi yang nantinya akan digunakan oleh PKB se-Sumbar. Sehingga PKB tidak perlu lagi bekerja secara manual," tuturnya.

Kaper BKKBN Sumbar Kunjungi Kampung KB di Pariaman
Di sisi lain, usai mengikuti kegiatan bersama PKB se-Sumbar, Syahruddin mengunjungi salah satu kampung KB yang ada di Kota Pariaman.

Nama kampung KB yang dikunjungi itu adalah Kampung KB Samudra. Tempat yang dikunjungi Syahruddin merupakan Rumah Data dari kampung tersebut yang terletak di Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Kedatangan Kaper BKKBN disambut dengan sangat meriah oleh masyarakat kampung tersebut. Mereka memaikan alat musik dan menggunakan pakaian adat minang. Syahruddin menyempatkan untuk bertemu dengan pengelola dan pengurus Rumah Data tersebut dan melihat apa saja yang sudah dilakukan oleh masyarakat Kampung KB itu.(*)

Penulis: Khadijah