Hasil Riset KPU Sumbar, Pemilih Sering Abai dengan Tahapan Pemilu

Kordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Sumatera Barat (Sumbar) Gebril Daulay
Kordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Sumatera Barat (Sumbar) Gebril Daulay (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Kordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Sumatera Barat (Sumbar) Gebril Daulay mengatakan, kesadaran masyarakat untuk memastikan apakah namanya sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) terbilang masih rendah.

Dari hasil riset yang dilakukan oleh KPU Sumbar, jumlah masyarakat yang memiliki kesadaran untuk mencek namanya di DPS (Daftar Pemilih Sementara), Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran (DPSHP), DPT (Daftar Pemilih Tetap) mencapai 68,50 persen.

baca juga: KPPS Rapid Tes, Ini Kata Kadinkes Padang

Dilanjutkan Gebril, meskipun jumlah tersebut dinilai sudah cukup baik, namun jumlah 29,00 persen juga masih terbilang tinggi bagi masyarakat yang belum mengecek terdaftarnya nama mereka di KPU .

"Inilah yang menjadi problem kita di Sumbar, kesadaran masyarakat untuk mencek namanya apakah terdaftar di dpt atau belum dan ini jumlahnya masih signifikan," kata mantan tim ahli KPU RI saat diskusi Diseminasi riset pemetaan persepsi atas penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan pemilih pada pemilu 2019, Minggu 22 Desember 2019 di Padang.

baca juga: Jamin Kelancaran Pemungutan Suara, Petugas TPS di Pariaman Lakukan Rapit Tes

Dilihat dari sisi usia, paling minim melakukan pengecekkan pada DPS, DPSHP atau DPT rentang usia 49 tahun ke atas yakni 42,73 persen, dan usia 25 hingga 38 tahun mencapai 23,64 persen.

Sementara itu, tingkat kepedulian masyarakat terhadap DPS, DPSHP atau DPT dari sisi pendidikan, lulusan SMA paling tinggi angka kepeduliannya yakni 31,48 persen, SMP 28,70 persen, dan tidak sekolah dan tamatan SD sebanyak 25 persen.

baca juga: Jelang Pilkada, KPPS di Padang Lakukan Rapid Tes

"Dari temuan kami pemilih seringkali abai dengan tahapan pemilu diluar pemungutan dan penghitungan suara. Hal ini terkonfirmasi banyaknya pemilih yang tidak mengecek namanya di dalam DPS/DPSHP/DPT," ulas Gebril.

Padahal, berdasarkan penelitian yang dilakukan, kata Gebril, 86 persen masyarakat menjawab pernah dikunjungi petugas pemutakhiran data pemilih. Ini menunjukkan, dan mematahkan isu selama ini bahwa petugas tidak turun ke lapangan melakukan coklik.

baca juga: Bawaslu Kabupaten Solok Raih Peringkat 3 Badan Publik Menuju Informatif

"Hanya 10,50 persen warga yang mengatakan tidak dikunjungi petugas. Tapi dari hasil tinjauan kami, di rumahnya sudah tertempel stiker coklik. Jadi, mungkin saja dia lupa pernah dikunjungi, atau merasa belum dikunjungi, dan ada juga warga yang tidak ada di rumah saat dikunjungi karena bekerja setiap hari," jelasnya.

Disampaikannya, hasil riset juga membuktikan masih belum banyak pemilih di Sumbar yang memanfaatkan aplikasi yang disediakan KPU . Untuk itu riset tersebut akan dijadikan evaluasi dalam meningkatkan partisipasi pemilih.

"Tenaga PPS dan struktur di Nagari juga berperan penting dalam meningkatkan partisipasi pemilih," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir