Sepanjang 2019, BNNK Payakumbuh Lakukan Tes Urine Terhadap Ribuan Warga

Kepala BNNK Payakumbuh, AKBP Sarminal (dua dari kiri).
Kepala BNNK Payakumbuh, AKBP Sarminal (dua dari kiri). (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -- Sepanjang 2019, Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) Payakumbuh telah melakukan sebanyak tes urine terhadap 2.059 orang yang terdiri dari unsur Aparat Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, masyarakat, dan pelajar.

"Total kita melakukan sebanyak 28 kali tes urine dengan peserta sebanyak 2.059 orang," kata Kepala BNNK Payakumbuh , AKBP Sarminal, Senin (23/12).

baca juga: Sebanyak Empat Personel Polres Payakumbuh Positif COVID-19 Setelah Berkegiatan Padang

Lebih lanjut, ia menerangkan, selain melakukan tes urine terhadap ribuan warga, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap lima kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap nerkoba.

"Yang pertama inisial RD dengan BB (Barang Bukti) sabu seberat 0.08 gram, inisial FD sabu 0.34 gram, inisial WTF sabu 0.29 gram, inisial EF sabu 1.06 gram, dan terakhir inisial S dengan BB 1.43 sabu. Semua kasusnya sudah P-21," terangnya.

baca juga: Riza Falepi Ingatkan ASN Pemko Payakumbuh untuk Jaga Netralitas di Pilkada

Diterangkannya, sampai sejauh ini, BNNK Payakumbuh bersma seluruh komponen masyarakat, termasuk pemerintah daerah telah melaksanakan berbagai upaya dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba. Langakah nyata yang dilakukan antara lain melalui strategi pengurangan permintaan atau demand reduction, yaitu dengan tindakan preventif guna memberikan kekebalan kepada masysrakat agar mereka memiliki imun terhadap penyelahgunaan narkotika dan strategi penguranagn pasokan atau supply reduction melalui penegakkan hukum yang tegas dan terukur agar sindikat narkoba jera.

"Pada kegiatan seksi pencegahan dan pemberdayaan masyarakat terdapat tiga kegiatan utama, yaitu advokasi, diseminasi Informasi, dan pemberdayaan peran serta masyarakat," terangnya.

baca juga: Baliho Paslon Pilkada Sudah Bertebaran, Bawaslu Sumbar: Itu Bukan APK Resmi dan Akan Ditertibkan

BNNK Payakumbuh juga melakukan layanan rawat inap jalan terhadap 41 korban penyalahgunaan narkoba. Rawat inap itu dilaksanakan di Kliknik Pratama BNNK Payakumbuh , serta di klinik binaan BNNK, yaitu Aqila Klinik dan Benteng Klinik.

"Di Klinik Pratama BNNK Payakumbuh terdapat 31 orang, Aqila Klinik sebanyak 16 orang, dan di Benteng Klinik terdapat 12 orang. Totalnya ada 49," katanya. (*)

baca juga: Update COVID-19 di Lima Puluh Kota, 11 Sembuh dan 6 Positif

Penulis: Taufik Hidayat