Sepanjang 2019, Polres Pariaman Terbitkan 7.500 SIM

Kasat Lantas Polres Kota Pariaman, Iptu Muh. Sugindo
Kasat Lantas Polres Kota Pariaman, Iptu Muh. Sugindo (KLIKPOSITIF/Rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF -- Sepanjang 2019 Satlantas Polres Kota Pariaman telah mengeluarkan sebanyak 7.500 lembar Surat Izin Mengemudi ( SIM ). Perihal itu dikatakan oleh Inspektur Polisi Satu (IPTU) Muh.Sugindo, Kasat Lantas Polres Kota Pariaman , Rabu 8 Januari 2020.

"Sebanyak 7.500 keping, terdiri dari SIM golongan A dan C," kata Sugindo.

baca juga: Jumlah Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Turun di Pariaman, Ini Penjelasan Polisi

Sugindo mengulas, pengurusan SIM meningkat saat ada momen lebaran serta saat event Pesona Hoyak Tabuik Pariaman .

"Nah, saat lebaran dan event tersebut banyak perantau pulang kampung ke Pariaman . Situasi itu dimanfaatkan oleh perantau untuk mengurus SIM mereka," jelas Sugindo.

baca juga: Seluruh Nagari di Wilayah Hukum Polsek Sungai Limau Telah Resmi Menjadi Kampung Tangguh Nasional

Selain itu, kata Sugindo lagi, giat Satlantas Polres Kota Pariaman dalam melakukan razia dan jaringan operasi lainnya secara intensif membuat pengemudi mengurus SIM .

"Seringnya kami melakukan razia membuat pengemudi sadar untuk tata tertib berkendara salah satunya harus mempunyai SIM . Maka mereka mengurus SIM ," sebuah Kasat Lantas itu.

baca juga: Ratusan Pegawai RSUD Pariaman Tuntut Direktur Mundur dari Jabatan

Lebih lanjut dikatakannya, untuk penggunaan blangko, sebanyak 80 persen merupakan stok lama.

"Lalu 20 persen merupakan penerbitan SIM model baru yang beberapa bulan lalu diluncurkan Mabes Polri," katanya.

baca juga: Kerjasama Pemko Pariaman dan Pemko Pekanbaru Terkait Wisata dan Perdagangan Terjalin

Dikatakannya juga, pada 2019 jumlah pelanggaran yang tercatat di wilayah itu yaitu 6.927 dengan denda mencapai Rp 600 juta dan teguran 608.

"Nah untuk pelanggaran tertinggi pada 2019 yaitu pada November," sebut dia.

Pada November itu, pelanggaran tertinggi mencapai 1.180 dengan denda mencapai Rp 104 juta.

"Dan pada September dengan jumlah pelanggaran mencapai 805 dengan denda Rp 84,7 juta, selanjutnya Februari dengan jumlah pelanggaran 773 dengan denda mencapai Rp66 juta," ulas dia.

Dikatakannya juga, jumlah pelanggaran pada 2019 meningkat dari tahun sebelumnya yaitu sekitar dua ribu pelanggaran.

IPTU Sugindo katakan pula, meskipun banyak di antara pengendara yang ditindak telah mengambil barang bukti pelanggaran namun beberapa di antaranya belum mengambilnya sehingga puluhan kendaraan menumpuk di Kantor Lantas Pariaman .

"Sedikitnya, 55 unit kendaraan yang merupakan barang bukti pelanggaran selama lima tahun terakhir belum dijemput pemiliknya sehingga kami mengimbau warga untuk menjemput kendaraannya," jelas Sugindo. [Rehasa]

Penulis: Haswandi | Editor: Rezka Delpiera