700 Nelayan Pasbar Belum Terdaftar Program Asuransi Nelayan RI

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasaman Barat saat melakukan pendataan asuransi nelayan
Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasaman Barat saat melakukan pendataan asuransi nelayan (KLIKPOSITIF/Buyung Fajri)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Sebanyak 700 orang nelayan di Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) belum terdaftar sebagai penerima asuransi jiwa dari 4.000 jumlah nelayan terdaftar dalam program asuransi nelayan Kementrian Kelautan Perikanan RI.

"Ada 700 lagi nelayan kita belum terdaftar, yang terdaftar sebagai penerima baru 3.300 orang. Oleh karena itu, kita menghimbau agar nelayan segera mengurus kartu untuk dapat mengikuti program asuransi. Sebab selama satu tahun sudah ditanggung preminya oleh pemerintah," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pasbar , Nazuari kepada KLIKPOSITIF usai melakukan pendataan, Kamis,18 agustus 2016.

baca juga: Dua Pejabat Positif COVID-19, Aktivitas Disdikbud Pasaman Barat Ditutup Sementara

Menurutnya, ‎salah satu persyaratan pengajuan asuransi tersebut nelayan harus memiliki kartu nelayan. Dia mengimbau agar ratusan neleyan tersebut segera mengurus kartunya ke kantor Dinas Kelautan Perikanan Pasbar .

Kuota 4.000 asuransi nelayan tersebut tersebar sepanjang pesisir barat pantai Pasbar seperti di daerah Katiagan, Mandiangin, Sasak, Sikilang, Maligi, Sikabau, Aia Bangis dan pulau Panjang.

baca juga: Peduli Lingkungan, Pemuda Maligi Bebaskan Sungai dari Sampah Plastik

Nazuari mengatakan sesuai dengan Nomor surat KKP B.3509/DPTS/P.520.DS/IV/2016, Dana asuransi tersebut bersumber dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Pemkab Pasbar hanya menyediakan dana pendamping sebesar Rp50 juta.

"Dana pendamping itu bersumber dari APBD dipergunakan untuk honor, biaya perjalanan dan administrasi petugas lapangan," ujarnya.

baca juga: Rehabilitasi Terumbu Karang, Seribu Miniatur Rumah Gadang Bakal di Tanam di Laut Pasbar

Klaim asuransi tersebut dapat dicairkan apabila ada kecelakaan di laut. Besarnya asuransi nelayan adalah kategori meninggal dunia diberikan batuan dana Rp200 juta, cacat seumur hidup Rp150 juta.

"Kita menargetkan semua nelayan di Pasbar sudah memiliki asuransi jiwa tersebut" katanya.

baca juga: Partai Ummat Minta Pemda Pasbar Jangan Bertumpu Pada APBD Semata, Ini Alasannya

[Buyung Fajri]

Penulis: Ramadhani