SISca 2016, Sawahlunto Dorong Songket Jadi Pakaian Nasional

ilustrasi
ilustrasi (ist)

SAWAHLUNTO , KLIKPOSITIF - Setelah sukses di tahun 2015 lalu, Sawahlunto kembali menggelar iven Sawahlunto Internasional Songket Carnaval (SISCa) 2016.

Walikota Sawahlunto Ali Yusuf mengatakan tahun ini Sawahlunto menargetkan kerajinan tenun songket Silungkang menjadi pakaian nasional. Targetkan itu dibungkus menjadi tema Konferensi Songket Nusantara, yang menjadi rangkaian kegiatan SISCa 2016, yang digelar selama tiga hari, mulai dari 25 hingga 27 Agustus mendatang.

baca juga: Kemenag Sawahlunto Gelar Lomba Tahfidz untuk Pelajar SD sampai SMA

“Target utama dari pelaksanaan SISCa 2016 ini untuk memperluas pasar kerajinan songket Silungkang yang dimiliki masyarakat Sawahlunto ,” ujar Ali Kamis, 18 Agustus 2016.

Menurut Ali Yusuf, kerajinan tenun songket Silungkang memang diposisikan menjadi salah satu alat pendongkrak ekonomi masyarakat Sawahlunto . Selama ini, pemerintah bersama masyarakat telah berupaya mengembangkan kerajinan yang telah ada sejak ratusan tahun silam itu.

baca juga: Andre Rosiade Bantu Sekolah Yayasan Khairu Ummah Sawahlunto

Beragam upaya telah dilakukan seperti memberikan pelatihan, bantuan alat tenun bukan mesin, bantuan modal awal, yang efeknya telah menumbuhkan jumlah pengerajin tenun songket Silungkang itu sendiri. Jika dulu hanya terpusat di Kecamatan Silungkang, kini kerajinan songket Silungkang telah tersebar luas di empat kecamatan.

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindagkopnaker Sawahlunto , Indra Syamsi, mengatakan saat ini tercatat 701 pengerajin tenun songket Silungkang. Dari jumlah itu, pengerajin terbanyak berada di Kecamatan Lembah Segar sebanyak 365 pengerajin.

baca juga: Karutan Sawahlunto Raih Penghargaan Peringkat Pertama Atas Nilai Kinerja Efektivitas Pelaksanaan Kegiatan Terbaik Semester I 2021

Di Kecamatan Barangin sendiri telah tumbuh 67 pengerajin, dan Kecamatan Talawi sebanyak 19 pengerajin. Sedangkan di Kecamatan Silungkang yang menjadi daerah asal kerajinan, saat ini sudah mencapai 250 pengerajin.

“Dari jumlah pengerajin itu, terdapat 26 pengusaha tenun songket Silungkang, yang turut mengembangkan kerajinan ini,” ujar Indra.

baca juga: Keliling Sawahlunto Sebar Bantuan, Andre Rosiade: Apapun Partainya, Mari Bangun Sumbar

Indra Syamsi mengungkapkan, rangkaian SISCa 2016 akan diisi dengan beberapa kegiatan. Mulai dari Pameran Songket Internasional, Carnaval Songket Silungkang, Konferensi Songket Nusantara, SISCa Night, serta Lomba Fotografi.

Rangkaian kegiatan SISCa 2016 itu akan dilaksanakan selama tiga hari, dengan pusat kegiatan pameran di Pasar Songket Silungkang, Gedung Pusat Kebudayaan, dan kawasan kota lama untuk pelaksanaan carnaval.

Peserta SISCa 2016 akan melibatkan BUMN, BUMD, serta 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Sedangkan pameran songket, dijadwalkan akan dihadiri peserta dari Thailand dan Malaysia.

“Untuk peserta dari luar Sumbar sendiri, dikoordinir pihak ketiga, yakni Iven Organizer melalui PT. Cendekia pimpinan Rosa,” katanya.

Penulis: Ramadhani