Iran Minta Maaf Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Pemerintah Iran mengumumkan tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines Boeing 737-800
Pemerintah Iran mengumumkan tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines Boeing 737-800 (Net)

KLIKPOSITIF - Pemerintah Iran mengumumkan tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines Boeing 737-800 di dekat Teheran pada Rabu (8/1/2020).

Pengumuman tersebut dikeluarkan setelah sebelumya mengklaim kecelakaan yang terjadi karena kesalahan teknis. Namun berdasarkan laporan Associated Press, jatuhnya pesawat Ukraina karena faktor kesalahan manusia.

baca juga: Membaca Maksud Amerika Undang Prabowo, Ini Kata Guru Besar Hukum Internasional UI

"Pesawat itu keliru menjadi target, setelah berbalik arah ke 'pusat militer sensitif' dari Pengawal Revolusi," demikian pernyataan tersebut seperti disadur dari ABC News, Sabtu (11/1).

Pemerintah Iran menambahkan, kesalahan manusia terjadi di tengah konflik memanas dengan Amerika Serikat . "Dalam kondisi seperti itu, karena kesalahan manusia dan dengan cara yang tidak disengaja, terjadi kecelakaan," lanjutnya.

baca juga: Usai Positif Covid-19, Begini Kondisi Terkini Donald Trump

Atas kejadian ini, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif pun mengungkapkan penyesalan melalui Twitter. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada kelurga korban jatuhnya pesawat Ukraina.

"Hari yang menyedihkan. Kesimpulan awal penyelidikan internal oleh angkatan bersenjata: kesalahan manusia pada saat krisis yang disebabkan oleh tindakan Amerika Serikat (AS) menyebabkan bencana. Penyesalan mendalam kami, permintaan maaf, dan belasungkawa kepada rakyat kami, kepada keluarga semua korban, dan kepada negara-negara yang terkena dampak lainnya," tulis Javad Zarif.

baca juga: Donald Trump dan Ibu Negara Amerika Dinyatakan Positif Covid-19

Untuk diketahui, Pesawat Boeing 737 milik maskapai penerbangan Ukraina mengangkut 163 penumpang dan 9 awak kabin. Mereka terdiri dari 82 warga berkebangsaan Iran, 63 warga Kanada dan 11 warga Ukraina.

Selain itu ada 10 warga Swedia. empat warga Afghanistan, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan pihaknya akan melanjutkan investigasi secara tertutup. Sehingga misteri kematian warganya dalam insiden pesawat dapat terjawab.

baca juga: Soal Asal Virus Corona, Ini Kata WHO

Penulis: Eko Fajri