BMKG: Tak Ada Zona Megathrust Pemicu Gempa Dahsyat di Selat Makassar

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF --Jagat media sosial dibuat resah dengan beredarnya kabar keberadaan zona megathrust pemicu gempa dahsyat di Selat Makassar. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono. Melalui akun Twitter miliknya @daryonoBMKG, Daryono meminta agar masyarakat tidak termakan isu hoaks keberadaan zona megathrust di Selat Makassar.

baca juga: Ini 8 Tragedi yang Pernah Tercatat di Kalibata City

"Akhir-akhir ini ada pemberitaan viral yang menyebutkan bahwa di Selat Makassar terdapat zona megathrust yang mampy memicu gempa maha dahsyat. Tentu saja informasi ini tidak benar," kata Daryono seperti dikutipSuara.com jaringan Kikpositif.com,Sabtu (11/1/2020).

Zona Megathrust adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng. Lebih tepatnya lajur subduksi landai dan dangkal.

baca juga: Sertifikat Halal, Sri Mulyani Minta Jangan Bebani Industri

"Di Selat Makassar tidak ada aktivitas penunjaman lempeng, tapi yang ada sumber gempa Makassar Strait thrust, artinya sesar naik Selat Makassar," ungkap Daryono.

Pulau Sulawesi merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Sebab, wilayah ini memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi dan memiliki banyak sebaran sumber gempa dengan berbagai mekanisme.

baca juga: Wisma Atlet Mulai Penuh Pasien COVID-19, Tower 4 Berkapasitas 1.546 Tempat Tidur Dibuka

Meski demikian, Daryono mengingatkan agar masyarakat yang berada di daerah rawan gempa untuk tidak khawatir. Seluruh potensi gempa yang ada akan diikuti dengan langkah memperkuat mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

Adanya potensi gempa dan tsunami di Sulawesi tak perlu membuat masyarakat berkecil hati dan khawatir yang berlebihan," tutur Daryono.

baca juga: Catat Rekor Penambahan 4.176 Kasus, Indonesia Sudah Catat 248.852 Orang Positif COVID-19

Penulis: Eko Fajri