Wacana Satpol PP Syariah, Ini Tanggapan Anggota DPRD Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Padang angkat suara terkait wacana adanya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Syariah didaerah itu.

Anggota komisi satu DPRD Padang , Budi Syahrial mengatakan bahwa pembentukan Satpol PP Padang itu dikhawatirkan akan mengakibatkan terjadinya disintegrasi bangsa.

baca juga: Karena Hal Ini, 99 Peserta Gugur di Hari Keenam Seleksi CPNS Kota Padang

"Satpol PP jangan terlalu banyak wacana, terkait Satpol PP Syariah itu cukup hanya sampai pada wacana saja. Kedepan cukup Satpol PP saja," katanya saat diwawancarai klikpositif.com, Senin 13 Januari 2020.

Ia mengatakan, Satpol PP Padang cukup menjalankan Peraturan Daerah (Perda) yang sudah ada saja. Jangan menambahnya dengan sesuatu yang belum ada regulasinya.

baca juga: Satgan Penanganan Hak Tagih BLBI Keluarkan Surat Cekal untuk Para Obligor

"Bekerja sajalah dengan baik. Perda yang sudah ada itu saja jalankan dan lakukan pengawasan secara persuasif," lanjutnya.

Ia mengatakan, pembentukan Satpol PP Syariah itu nantinya akan membuat disintegrasi bangsa, karena di Kota Padang juga ada masyarakat non muslim yang tinggal.

baca juga: Turun 0,16 Persen, Kemenpora Ajukan Rp1,9 Triliun pada RAPBN 2022

"Di Padang ini juga ada masyarakat yang non muslim. Jadi, jangan menjadikan ini nantinya sebagai disintegrasi bangsa," sambungnya.

Sebelumnya ramai diberitakan, wacana dinas terkait untuk membentukSatpol PP syariah ,yang identik dengan filosofi Minangkabau yakni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

baca juga: 635 PMIB Kelompok Rentan Akan Kembali Dipulangkan dari Semenanjung Malaysia, Ini Langkah Kemenko PMK

"Pemerintah Kota Padang menyikapi apa yang sudah diapungkan Ustadz Abdul Somad beberapa waktu lalu mengenai Satpol PP Syariah . Saya rasa masyarakat kita memang butuh itu, untuk menindaklanjutinya akan kita segerakan mewujudkan Satpol PP yang syariah dalam bertindak untuk penegakan Perda di Kota Padang ini", katanya saat dihubungi Klikpositif, Senin 13 Februari 2020.

Alfiadi menjelaskan, tidak akan menunggu lama untuk membentuknya, lebih kurang satu pleton yang jumlahnya atau 30 orang.

Penulis: Halbert Caniago