Ini Respon Manajemen RSUD M Natsir Terkait Tuntutan Bidan dan Perawat

Direktur RSUD M. Natsir, Basyir Busnia
Direktur RSUD M. Natsir, Basyir Busnia (Klikpositif)

SOLOK, KLIKPOSITIF --Setelah melalui diskusi yang cukup alot, akhirnya pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Natsir menerima tuntutan Bidan dan Perawat yang berunjuk rasa, Senin 13 Januari 2020.

Menurut Direktur RSUD M. Natsir, Basyir Busnia, pihaknya akan kembali membentuk tim baru untuk peralihan pengaturan pola remunerasi dan pembagian jasa pelayanan bagi bidan dan perawat yang ada di RSUD M. Natsir.

"Sebelumnya kita sudah membentuk pola remunerasi dan jasa pelayanan, namun dari hasil pembicaraan tadi disepakati akan dibentuk pola yang baru oleh tim yang baru pula," sebutnya.

Menurutnya, dalam penyusunan pola baru nantinya, tuntutan perawat dan bidan akan diakomodir. Tim penyusunan pola remunasi akan melibatkan seluruh unsur yang ada di rumah sakit.

"Di rumah sakit ini banyak profesi, banyak yang terlibat dan untuk itu tidak bisa diputuskan secara sepihak oleh Direktur. Nanti merekalah yang berembuk terkait perubahan pola pembagian dan penyaluran remunasi," bebernya.

Pihak manajemen menurutnya juga memandang positif terhadap aksi yang dilakukan perawat dan bidan yang menyampaikan aspirasinya secara terbuka. Namun demikian, diharapkannya agar ke depan tidak lagi muncul persoalan serupa.

Sebelumnya, ratusan bidan dan perawat RSUD Mohammad Natsir melakukan aksi unjuk rasa menuntut keterbukaan pihak manajemen rumah sakit soal keuangan, terutama soal klaim BPJS, pembagian jasa pelayanan dan remunerasi yang dinilai tidak profesional dan proporsional.

Aksi yang dilakukan pagi hari tersebut sempat menarik perhatian pengunjung RSUD M. Natsir. Pihak manajemen akhirnya bersedia membuka ruang dialog untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (*)

Baca Juga

Penulis: Syafriadi