Polda Sumbar Ungkap Praktek Prostitusi

Praktek Prostitusi Digrebek Polisi di Padang, Libatkan Anak Dibawah Umur

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar menggerebek tempat praktek prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), dengan tersangka berinisial H dan D yang merupakan ibu dan anak.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimsus) Polda Sumbar Kombes Pol Imam Kabut Sariadi mengatakan, lokasi penggerebekan berada di sebuah rumah di Jalan Adinegoro, Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang , Jumat, 10 Januari 2020 lalu.

baca juga: Sempat Tersendat, Saat Ini Pesanan Estalase di Pessel Mulai Laris Manis

Saat itu, lanjut Imam, diamankan lima orang yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). "Namun hanya dua yang kami tetapkan tersangka," kata Imam di Mapolda Sumbar , Senin 13 Januari 2020. Modus operandi yang dilakukan tersangka, dengan menyediakan kos-kosan, kemudian berkamuflase dengan menjual makanan.

"Perbuatan ini sudah berjalan sekitar 4-5 bulan. Tersangka H, bertindak selaku Mami, kemudian merekrut beberapa orang perempuan, baik perempuan dewasa atau perempuan dibawah umur," ujarnya.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, PT Telkom Sumbar Kurangi Layanan Tatap Muka

Imam menambahkan, korban melakukan perbuatan prostitusi dengan bayaran Rp300 ribu, lalu diserahkan kepada tersangka D, selanjutnya D menyerahkan kembali kepada tersangka H. Uang Rp300 ribu digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

"Kasus ini akan terus dikembangkan, sejumlah saksi-saksi telah diminta keterangan, dan kami akan melengkapi berkas perkara, untuk dilimpahkan ke kejaksaan," tuturnya.

baca juga: Ada Kasus Positif Covid-19, 600 Pegawai PT Telkom Sumbar Diswab

Barang bukti yang disita adalah uang tunai Rp219 ribu, pil KB, sejumlah pakaian dalam, serta tiga buah tanda pengenal. Uang yang disita diduga hasil prostitusi .

Kedua tersangka akan dijerat Undang-undang Perlindungan Anak pasal 76 junto pasal 88 Undang-undang nomor 35 tahun 2014, pasal 2 junto pasal 17 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang . "Dengan ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara," kata Imam lagi.(*)

baca juga: Tahun Ini, Hewan Kurban di Pessel Berkurang

Penulis: Muhammad Haikal