76 WNI Masih Bertahan di KBRI Filipina Pasca Erupsi Gunung Taal

Ilustrasi
Ilustrasi (Pixabay)

KLIKPOSITIF -- Kedutaan Besar Republik Indonesia di Filipina masih menampung sejumlah Warga Negara Indonesia ( WNI ) yang terdampak bencana erupsi Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) sore.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengungkapkan hingga Rabu (15/1/2020) atau tiga hari pasca erupsi, KBRI di Filipina masih menampung 76 orang WNI dari total 170 WNI yang tinggal di Provinsi Cavite, Filipina.

baca juga: Pemerintah Sebut Penyaluran KUR 2020 Capai 58,53 Persen

"Jumlah Warga Negara Indonesia yang ditampung di KBRI hingga Rabu pagi 15 Januari 2020 berjumlah 76 orang," kata Judha saat dihubungi Suara.com jaringan KLIKPOSITIF .com, Rabu (15/1/2020).

Judha mengatakan seluruh pengungsi yang mayoritas mahasiswa itu dalam kondisi sehat.

baca juga: Meski Tiga Negara Besar Absen, Program Vaksin WHO Terus Jalan

"Mayoritas mahasiswa dan keluarganya, semua dalam kondisi sehat," tegasnya.

Selian itu kondisi saat ini di sekitar Gunung Taal masih belum aman untuk ditinggali, sebab pasokan listrik dan air masih belum bisa digunakan.

baca juga: Pilkada Tak Ditunda, Pemerintah Akan Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

"Berdasarkan pantauan dilokasi sekitar gunung taal, pasokan listrik dan air masih belum selesai. Petugas masih berupaya memperbaiki gardu gardu yang rusak," ucap Judha.

Kemudian Kementerian Luar Negeri mengimbau para WNI untuk tetap waspada dan apabila terjadi kondisi darurat segera menghubungi hotline KBRI di nomor 0917 3198470.

baca juga: DPR Uangkap Temuan Masih Adanya Pemotongan Dana BOS Madrasah

Untuk diketahui, Gunung Taal telah mengalami erupsi sejak Minggu (12/1/2020) pukul 17.30 waktu setempat. Gunung tersebut berjarak sekitar 82 kilometer dari Ibu Kota Filipina, Manila.

Erupsi gunung tersebut juga mengakibatkan pembatalan sejumlah penerbangan, penutupan sekolah-sekolah dan gedung pemerintah. Pun otoritas setempat juga melakukan evakuasi terhadap 8.000 penduduk yang tinggal di daerah berbahaya.

Dampak erupsi gunung tersebut, juga melumpuhkan Kota Manila pada Senin akibat semburan awan panas sejak Minggu (12/1/2020).

Bahkan lembaga Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina memperkirakan, Gunung Taal bisa erupsi kapan saja yang kemudian mungkin memicu tsunami. (*)

Editor: Eko Fajri