Pemko Payakumbuh Targetkan Angka Pengangguran di 2020 Turun ke Angka 3,6 Persen

Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh, Wal Asri.
Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh, Wal Asri. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh menargetkan angka pengangguran di daerah tersebut turun ke angka 3,6 persen sepanjang 2020 ini.

"Sepanjang 2019 angka penganggur Payakumbuh sebesar 4,1 persen atau 2.580 orang. Tahun 2020 ini kita targetkan penurunan sebesar 0,5 persen," kata Kepala Disnakerperin Kota Payakumbuh , Wal Asri di ruang kerjanya, Rabu (15/01).

baca juga: Kabar Gembira, THL Pemko Payakumbuh Akan Terima BLT Subsidi Gaji

Untuk mencapai target itu, sepanjang 2020, Disnakerperin Kota Payakumbuh akan melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan terkemuka di Indonesia.

"Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan MOU dengan PT Indofood, dan diharapkan bisa meyalurkan tenaga kerja ke sana," ucapnya.

baca juga: Grup Randai Puti Elok Asal Payakumbuh Jadi yang Terbaik di Festival Randai Sumbar

Selain itu, Pemko Payakumbuh juga akan memfasilitasi pelatihan bagi para pencari kerja yang ingin ikut program pemagangan ke Jepang.

"Kita targetkan sebanyak 25 orang dapat mengikuti pemagangan ke Jepang. Ini sesuai dengan maksimal kuota Kota Payakumbuh dalam mengirimkan peserta untuk mengikuti seleksi," sebutnya.

baca juga: Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Nenek di Payakumbuh

Proses pelatihan untuk pelatihan pemagangan ke Jepang, kata dia, telah mulai dilaksanakan. Sebab, proses seleksi awal akan dilakukan pada Maret 2020 di tingkat provinsi.

"Mereka dipersiapkan untuk berangkat di pertengahan dan akhir tahun. InsyaAllah tahun ini kuota akan kita penuhi," ujarnya.

baca juga: Dicokok Polisi, Tersangka Pembunuh Nenek di Payakumbuh Ternyata Orang Dekat Korban

Disebutkannya, Pemko Payakumbuh juga akan memanfaatkan semaksimal mungkin fasilitas pelatihan yang disiapkan pemerintah provinsi untuk Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Payakumbuh .

"Ada 43 paket pelatihan yang ada di BLK kita. Ini kita maksimalkan, selain dari pelatihan yang berasal dari APBD kita," tegas Wal Asri. (*)

Editor: Taufik Hidayat