LPPM Unand Beri Sentuhan ke UMKM Agar Bisa Bersaing

Pelatihan kepada 20 pelaku UMKM binaan Unand
Pelatihan kepada 20 pelaku UMKM binaan Unand (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas ( Unand ) terus berupaya agar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) berbadan hukum di Sumatera Barat (Sumbar) berkembang. Selain itu mereka ditargetkan bisa bersaing baik nasional maupun internasional.

LPPM berupaya memberikan sentuhan mulai dari perusahaan, SDM hingga produk UMKM yang menjadi binaan mereka.

baca juga: Sertifikat Halal, Sri Mulyani Minta Jangan Bebani Industri

Hari ini (Rabu 14 Januari 2020) LPPM Unand memberikan pemahaman kepada 20 pelaku UMKM bagaimana kiat meningkatkan kerja sama komersialisasi dengan mitra berbadan hukum.

Ketua pelaksana kegiatan Muhammad Makky menjelaskan, kegiatan tersebut sebagai berikut sinergitas universitas dan dunia usaha. Sehingga UMKM binanan bisa mengakses pasar seperti memasukkan produk ke ritel yang ada di Sumbar.

baca juga: Dies Natalis Unand ke 64, Rektor: Mari Lanjutkan Pengembangan Unand

Tak hanya itu, UMKM binaan ini juga diintervensi kualitas produknya, dibranding hingga dibantu pemasaran secara online. "Bahkan kami bantu mereka pendanaan, pengurusan sertifikat halal dan lainnya," terangnya.

Dijelaskannya, kegiatan tersebut diikuti oleh pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha. Dalam kegiatan juga dilaksanakan kerja sama formal dengan beberapa perusahaan di Sumbar yang bergerak di bidang SDM 4.0, pupuk, limbah dan kopi.

baca juga: Ini Dukungan Pemerintah untuk UKM Berorientasi Ekspor

"Kami sebagai penyambung atau mempasilitasi agar UMKM bisa berkembang dan maju," tukasnya.

Sementara itu, Ketua LPPM Unand Uyung Gatot S Dinata menyampaikan, kegaitan tersebut merupakan rangkaian dari pembinaan terhadap 135 UMKM binaan Unand . LPPM membantu mulai dari inovasi produk hingga pemasaran.

baca juga: Workshop Pahlawan Digital UMKM, Bangun Indonesia Lewat Ekosistem Inovator Digital

"Kami bantu mereka bagaimana bisa bergerak maju. Mulai dari bagaimana mendaftarkan usaha, kemasan, branding hingga survei bagaimana usaha mereka di pasar sampai kepada laporan keuangannya," ujarnya.

Dijelaskannya, banyak keterbatasan UMKM dalam mengakses pasar karena keterbatasan ilmu pengetahuan, LPPM hadir ditengah mereka untuk mencarikan solusi.

"Kami punya banyak tenaga ahli dari berbagai latar belakang pendidikan, jadi apa kekurangan mereka kita bantu memecahkannya," tutup Uyung. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir