LPPM Unand Fasilitasi Akses Permodalan Agar UMKM Berkembang

Foto bersama Ketua LPPM Unand Uyung Gatot S Dinata, Ketua panitia Yessy Adriani, pemateri dan pelaku UMKM
Foto bersama Ketua LPPM Unand Uyung Gatot S Dinata, Ketua panitia Yessy Adriani, pemateri dan pelaku UMKM (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah ( UMKM ) berperan dalam ketahanan ekonomi daerah. Tahun 1997 Indonesia bisa cepat pulih dari krisis moneter berkat bantuan dari UMKM .

Hal itu disampaikan Yessy Adriani Ketua Panitia Seminar Peran UMKM dalam Ketahanan Ekonomi Daerah dan Pelatihan Manajemen Keuangan, Rabu, 14 Januari 2020 di kantor pertemuan LPPM Unand .

baca juga: Sertifikat Halal, Sri Mulyani Minta Jangan Bebani Industri

Sebabanyak 20 pelaku UMKM mendapatkan pelatihan laporan keuangan untuk akses pembiayaan agar bisa mengembangkan usaha mereka.

" UMKM sangat berpengaruh terhadap ketahanan ekonomi daerah. Jenis usaha ini langsung bersentuhan dengan masyarakat sebagai pelakunya. Selain itu juga bersentuhan langsung dengan perekonomian daerah dan inflasi," katanya.

baca juga: Dies Natalis Unand ke 64, Rektor: Mari Lanjutkan Pengembangan Unand

Disebutkannya, UMKM bisa menopang perekonomian karena tumbuh dengan pesat. Namun tidak semua UMKM juga bisa berkembang dengan baik, maka perlu sentuhan dari akademisi dalam hal ini pihak kampus.

"Kegiatan hari ini bertujuan agar pelaku UMKM bisa berkembang secara maksimal," katanya.

baca juga: Ini Dukungan Pemerintah untuk UKM Berorientasi Ekspor

Dijelaskan Yessy, banyak faktor mempengaruhi UMKM lambat berkembang. Salah satunya pelaku UMKM kurang pengetahuan dalam manajemen keuangan, kemudian akses pembiayaan (perbankan).

"Pelatihan ini diberikan secara berkelanjutan, hari ini sebagai pengantar dan selanjutnya akan tetap kami dampingi sampai mereka bisa membuat laporan keuangan sendiri," ujarnya.

baca juga: Workshop Pahlawan Digital UMKM, Bangun Indonesia Lewat Ekosistem Inovator Digital

Dilanjutkannya, laporan keuangan hal penting dalam dunia usaha, salah satunya sebagai prasyarat dari perbankan mencairkan dana untuk UMKM .

"Target kami bagaimana mereka bisa membuat Laporan keuangan standar dan bisa digunakan akses pembiayaan," katanya lagi.

Dalam pelatihan tersebut mendatangkan pemateri dari Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat. "Pemateri dari BI memberikan materi terkait kisi-kisi mendapatkan modal usaha," tukas Yessy.

Sementara itu, Ketua LPPM Unand Uyung Gatot S Dinata menyampaikan, kegaitan tersebut merupakan rangkaian dari pembinaan terhadap 135 UMKM binaan Unand . LPPM membantu mulai dari inovasi produk hingga pemasaran.

"Kami bantu mereka bagaimana bisa bergerak maju. Mulai dari bagaimana mendaftarkan usaha, kemasan, branding hingga survei bagaimana usaha mereka di pasar sampai kepada laporan keuangannya," ujarnya.

Dijelaskannya, banyak keterbatasan UMKM dalam mengakses pasar karena keterbatasan ilmu pengetahuan, LPPM hadir ditengah mereka untuk mencarikan solusi.

"Kami punya banyak tenaga ahli dari berbagai latar belakang pendidikan, jadi apa kekurangan mereka kita bantu memecahkannya," tutup Uyung. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir