Dua Penjual Merkuri Ditangkap Polda Sumbar, Diduga Dijual ke Penambang Emas Ilegal

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Iwan Ariyandhi Menunjukkan Barang Bukti Merkuri
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Iwan Ariyandhi Menunjukkan Barang Bukti Merkuri (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)

Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan dua orang penjual air raksa atau merkuri. Mereka diduga menjual barang berbahaya tanpa memiliki Surat Izin Perdagangan Bahan Berbahaya (SIUP-B2).

baca juga: Polda Sumbar Ringkus Kurir Ganja Lintas Provinsi, 110 Kilogram BB Disita

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, barang tersebut disinyalir dijual kepada penambang emas ilegal. Kedua pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda.

Tersangka Z (49) diamankan di Jorong Tanjung, Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya pada 9 Januari 2020. Kemudian tersangka RM (45) di Jalan Adinegoro, Simpang Kalumpang, Kota Padang pada 15 Januari 2020.

baca juga: Polda Sumbar Terbitkan SP3 Kasus Pemalsuan Sumber Air Minum Merek SMS

"Dari tangan Z diamankan 75 botol merkuri atau seberat 75 kilogram sementara dari RM diamankan 82 botol atau 82 kilogram.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Iwan Ariyandhi menambahkan, kedua tersangka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat.

baca juga: Cegah COVID-19 yang Semakin Masif, Polda Sumbar Gelar Operasi Yustisi

"Bahan ini memang dicari oleh penambang emas ilegal. Kami akan telusuri kemana saja dijual dan dari mana sumbernya," katanya.

Iwan menyebutkan, kedua pelaku akan dijerat dengan Pasal 104 dan atau 106 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8 ayat 1 huruf a, huruf i dan huruf j Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Juncto Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 75/M-DAG/PER-10/2014 sebagai perubahan kedua atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor : 44/M-DAG/PER/9/2009 tentang pengadaan, distribusi dan pengawasan bahan berbahaya.(*)

baca juga: Hadiri Deklarasi Patuh Protokol Kesehatan COVID-19, Ini Kata Cawagub Audy Joinaldi

Editor: Muhammad Haikal