Penangkapan Penjual Merkuri Bentuk Komitmen Polda Sumbar Berantas Ilegal Mining

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Iwan Ariyandhi di Mapolda Sumbar
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu dan Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar AKBP Iwan Ariyandhi di Mapolda Sumbar (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah ( Polda ) Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, penangkapan dua tersangka penjual merkuri atau air raksa merupakan komitmen Polda Sumbar memberantas tindakan ilegal mining .

"Ini merupakan komitmen Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto berkaitan dengan ilegal mining . Kapolda berharap betul tidak ada lagi ilegal mining di Sumbar," katanya di Mapolda Sumbar, Kamis, (16/1/2020).

baca juga: Bersiap New Normal, Kapolda Sumbar Kunjungi Pasar Raya Padang

"Jadi tindakan ilegal mining bisa berhenti dari awalnya, merkuri ini kan untuk memisahkan bijih emas dan tembaga bagi penambang, kalau untuk alat berat akan kita kejar dari pemasok BBM-nya," lanjut Satake.

Satake Bayu menambahkan, apabila ada masyarakat mengetahui praktek ilegal mining agar melaporkan ke Polda Sumbar atau kantor polisi terdekat, dengan identitas pelapor akan kami jaga kerahasiaannya. "Peran masyarakat sangat kami butuhkan untuk membasmi praktik ilegal mining ," ujarnya.

baca juga: Evaluasi PSBB, Kapolda Sumbar: PSBB Tahap Dua Harus Diperkuat dan Penambahan Titik Cek Poin

Seperti diberitakan KLIKPOSITIF sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Pol. Toni Harmanto mengatakan, akhir-akhir ini aktivitas penambangan emas dan ilegal logging semakin meningkat, terutama di Kabupaten Solok Selatan, Sijunjung dan Dharmasraya serta beberapa daerah lainnya.

Kapolda juga mengancam akan menindak tegas setiap anggotanya yang terbukti menerima suap atau jadi beking aksi penambangan emas dan perambahan hutan di wilayah Sumbar.

baca juga: Satgas Terpadu Temukan Puluhan Kubik Kayu Diduga Hasil Ilegal Logging di Hutan Lindung Lima Puluh Kota

"Kita akan tindak tegas Kapolres yang terlibat aksi penambangan liar. Jika masih membandel, kami tindak secara tegas sesuai peraturan yang berlaku, kalau perlu kita pidanakan mereka," tegas Toni.

Kasus-kasus seperti perambahan hutan ini memang menjadi prioritas Polda Sumbar untuk melakukan penindakan demi menjaga lingkungan, agar tidak ada lagi bencana banjir dan longsor di Sumbar. Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), ilegal logging atau penambangan liar lainnya di Sumatera Barat sudah sangat meresahkan masyarakat.

baca juga: Kapolda Sumbar: Kami Tangkap Siapa Saja Yang Berkumpul dan Membuat Keramaian

Sikap Kapolda didukung penuh Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar Amran. Dia menegaskan dalam pemberantasan ilegal logging , ilegal mining dan kasus-kasus lain di Sumbar akan ditindak tegas.

"Akan kami sikat habis semua, walaupun saya masih baru di Minangkabau ini, saya sangat peduli dengan Sumbar. Tidak pandang bulu siapa saja akan kita tindak kalau melanggar hukum," tegasnya. (*)

Editor: Muhammad Haikal