Jelang Pilkada, Bupati Solok Ingatkan Wali Nagari Jaga Netralitas

Bupati Solok Gusmal
Bupati Solok Gusmal (Ist)

SOLOK, KLIKPOSITIF - Menyongsong pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020, Bupati Solok H. Gusmal meminta seluruh wali nagari untuk menjaga netralitas.

Menurut Gusmal, wali nagari merupakan perangkat Pemkab Solok. Oleh sebab itu, wali nagari dilarang untuk berpihak pada salah satu calon.

baca juga: DPRD Pessel Pertanyakan Penggunaan 8 Persen Dana Nagari Untuk Penanganan Corona dan Kekosongan Jabatan 31 Wali Nagari

"Wali nagari tidak boleh berpihak pada calon tertentu, tidak boleh menghadiri kegiatan politik bakal calon manapun," ungkap Gusmal saat melantik 54 wali nagari terpilih, Senin (20/1/2020) di Sport Hall Batu Tupang.

Dikatakan Gusmal, keberpihakan wali nagari terhadap salah satu pasangan bisa memicu perpecahan di tengah masyarakat. Hal tersebut bisa berdampak terhadap pembangunan dan pemerintahan.

baca juga: Pemkab Pessel Segera Terbitkan SK Pengangkatan 31 Wali Nagari Terpilih

"Saya ingatkan pada wali nagari , jangan sampai hal seperti itu terjadi. Wali nagari harus menjadi penyejuk di tengah masyarakat, bukan membawa perpecahan," sebut Gusmal.

Selain itu, Gusmal juga mengingatkan wali nagari untuk memahami tugas dan fungsi sebagaimana yang diamanatkan dalam peraturan perundangan. Jangan melakukan kebijakan yang bertentangan dengan aturan.

baca juga: Diprotes Warga Karena Dugaan Selingkuh, Wali Nagari di Pessel Dinonaktifkan

"Fokus saja untuk membangun nagari, jangan lakukan hal-hal yang tidak perlu dan berisiko mengganggu kinerja, apalagi berisiko hukum," tutup Gusmal.

Selain melantik 54 wali nagari terpilih dalam Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) serentak 2019 lalu, bupati juga melantik Pengganti Antar Waktu Wali Nagari Panyakalan.

baca juga: Pilkada 2020, KPU Kota Solok Habiskan Anggaran 7,8 Miliar Lebih

Penulis: Syafriadi | Editor: Rezka Delpiera