Ini Perjalanan Karir Pria Kelahiran Sumbar yang Jadi Wadirut Garuda

Dony Oskaria
Dony Oskaria (Net)

KLIKPOSITIF -- PT Garuda Indonesia Tbk menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). RUPSLB ini menjadi ajang perombakan besar-besaran pada jajaran petinggi Garuda.

Setelah Irfan Setiaputra menjadi Direktur Utama, Dony Oskaria pun mengisi posisi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Garuda Indonesia .

baca juga: Pembakar Halte Sarinah Terungkap, Jansen: Jika By Design, Ini Skandal

Sejatinya, di Garuda sendiri Dony bukanlah wajah baru. Ia pernah menjabat dalam jajaran Komisaris Garuda hingga April 2019 setelah jabatan itu diembannya sejak tahun 2014.

Perjalanan karir Dony Oskaria sangat lekat dengan perjuangan. Sejak kelad 5 SD hingga selesai kuliah, pria kelahiran Tanjung Alam, Sumatera Barat, 1969 ini sudah harus terpisah dari orang tuanya. Bahkan ia harus pindah sekolah dari Padang ke Jakarta demi mendapatkan pendiidkan yang lebih baik untuk.

baca juga: Fadli Zon: Macron Lukai Hati Umat Islam

Namun, pada akhirnya berbagai kesulitan itu pun menempanya menjadi sosok yang tangguh hingga sukses menjadi CEO di berbagai perusahaan CT Corp.

Awal mula Dony berkuliah Jurusan Akuntansi Universitas Andalas pada tahun 1989. Namun, ia merasa kurang coock di bidang akuntansi dan memutuskan pinah ke Universitas Padjajaran Jurusan Hubungan Internasional. Ia pun mengisahkan dari Padang menuju Bandung, ia sempat menebeng truk angkutan barang milik temannya selama empat hari perjalanan.

baca juga: Temuan Narasi TV Terduga Pelaku Pembakar Halte Sarinah, Bukan Berasal dari Massa Aksi?

Selesai kuliah pada 1994, meski belum skripsi ia memutuskan untuk bekerja di Jakarta tepatnya di perusahaan advertising yang bertugas memasang billboard di jalan selama delapan bulan. Lalu mulai lah Dony mengawali karir sebagai call center di Bank Universal pada 1995 hingga tahun 2002 ia menjadi Jakarta Operation Head, sebagai Vice President.

Hingga tahun 2004 Dony masuk ke Bank Mega dan harus rela turun menjadi Kepala Bagian Bank Mega. Ia tak mempermasalahkan hal tersebut karena prinsipnya 'kita harus bekerja dengan maksimal sesuai dengan apa yang diamanahkan' dan dalam waktu satu tahun ia diangkat menjadi kepala divisi pengembangan operasi, kemudian dipindahkan menjadi kepala divisi kualitas layanan, juga kepala divisi sekretaris korporat.

baca juga: PSSI Kembangkan Bisnis Garuda Store

Tahun 2009 Dony pun melanjutkan pendidikan Program MBA di The Asian Institute of Management di Filipina. Lalu pada tahun 2010, ia diangkat menjadi Regional Head Bank Mega Jawa Barat karena kinerja regional tersebut yang paling buruk. Berkat kepemimpinannya, dalam dua tahun regional ini menjadi regional terbaik.

Hingga akhirnya pada 2012 Dony dipromosikan sebagai Direktur Pengelola Bank Mega. Dan pada tahun 2014 ia diminta memimpin di beberapa perusahaan CT Corp sebagai CEO Trans Luxury Hotel Bandung, CEO Trans Resort Bali, CEO Trans Studio Bandung, CEO Trans Studio Makassar, CEO Trans Studio Mall Bandung, CEO Trans Studio Mall Makassar, CEO Grup Antavaya, dan CEO IBIS Bandung Trans Studio.

Lalu pada akhir 2014, ia pun menjadi Dewan Komisaris Garuda Indonesia . Tak sampai di situ, pada Januari 2016, Presiden Jokowi meminta Dony untuk menjadi Dewan Penasihat Presiden Bidang Ekonomi dan Industri di Komite Ekonomi dan Industri Nasional sebagai Ketua Kelompok Kerja untuk industri pariwisata yang bertanggung jawab mengembangkan industri pariwisata di Indonesia.

Saat ini nama Dony Oskaria pun digadang-gadang akan menjadi Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia , Tbk. Perjalanannya sangat penuh perjuangan, bukan? Sangat menginspirasi!

Berikut adalah susunan komisaris dan direksi Garuda Indonesia :

Komisaris

1. Komisaris Utama: Triawan Munaf

2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung

3. Komisaris Independen: Yenny Wahid

4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan

5. Komisaris: Peter F Gontha

Direksi

1. Direktur Utama: Irfan Setiaputra

2. Wakil Direktur Utama: Dony Oskaria

3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal

4. Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea

5. Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana

6. Direktur Teknik: Rahmat Hanafi

7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT: Ade R. Susardi

8. Direktur Niaga dan Kargo: M. Rizal Pahlevi

Sumber: wartaekonomi.co.id

Editor: Eko Fajri