DPRD Pariaman: Waterfront City Motivasi Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kota Pariaman tengah gencar-gencarnya membangun Waterfront City atau Kota Tepi Air. Perihal itu didukung oleh Ketua DPRD Kota Pariaman .

Fitri Nora, Ketua DPRD Kota Pariaman mengatakan, Waterfront City dikembangkan oleh Pemko Pariaman bisa mengedukasi generasi muda untuk menjaga lingkungan.

baca juga: Ada Kursus Pra Nikah Bagi Calon Pengantin di Kota Pariaman

"Inti dari waterfront city kan kebersihan lingkungan, tanpa kebersihan lingkungan konsep ini tidak akan terwujud," kata Fitri Nora, Rabu.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut maka warga dan terutama generasi muda untuk tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menjadikan sungai sebagai tong sampah.

baca juga: Kapal KRI Sepanjang 100 Meter Akan Diangkut ke Daratan Pariaman

Oleh karena itu ia mengimbau warga di daerah itu untuk mengubah perilaku yang selama membuang sampah ke sungai.

"Pemerintah Kota Pariaman kan sudah memiliki organisasi perangkat daerah yang mengurus sampah, jadi jangan lagi menjadikan sungai sebagai tong sampah besar," katanya.

baca juga: Sepanjang 2021, 2.263 Keluarga Miskin di Pariaman Terima Bansos

Menurutnya konsep kota tepi air tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk menjaga lingkungan terutama sungai agar tidak kotor.

Ia mengatakan dengan konsep kota tepi air nantinya warga bahkan wisatawan duduk di tepi sungai namun akan terganggu jika sungainya kotor.

baca juga: Ini Dia Wisata Sawah, Objek Wisata Baru di Kota Pariaman

"Jika mengacu ke luar negeri yang memiliki konsep waterfront city, warga dan wisatawannya duduk di tepi sungai ketika sore maka di sini juga seperti itu," kata dia.

Namun, lanjutnya agar warga dan wisatawan nyaman duduk di tepi sungai maka sepanjang aliran sungai di daerah itu harus bersih.

Sebelumnya Wali Kota Pariaman Genius Umar mengatakan dana yang telah dikucurkan untuk pembangunan waterfront city mencapai sekitar Rp 15 miliar.

"Dana pembangunannya berasal dari berbagai sumber mulai dari APBD, APBN hingga pertanggungjawaban sosial atau CSR perusahaan BUMN," kata Genius Umar.

Penulis: Rehasa | Editor: Rezka Delpiera