DKPP Copot Ketua KPU Bukittinggi, Sekretaris: Belum Terima Surat

Surat putusan dkpp
Surat putusan dkpp (Tangkapan layar dkpp.go.id)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Ketua KPU Kota Bukittinggi Benny Azis dicopot dari jabatannya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) berdasarkan putusan Nomor 294-PKE-DKPP/IX/2019.

Dalam putusan tersebut dijelaskan di pembukaan suratnya "Memeriksa dan memutus pada tingkat pertama dan terakhir Pengaduan Nomor 295- P/L-DKPP/VIII/2019 yang diregistrasi dengan Perkara Nomor 294-PKE-DKPP/IX/2019 menjatuhkan Putusan atas dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu ," dengan 10 poin putusan.

baca juga: Diminta Moeldoko untuk yang Pertama Disuntik Vaksin , Ini Jawaban AA Gym

Rapat pleno DKPP sendiri dilakukan pada 9 Januari 2020, dengan 6 (enam) anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum, yakni Muhammad selaku Plt. Ketua merangkap Anggota; Alfitra Salam, Teguh Prasetyo, Ida Budhiati, Rahmat Bagja dan Hasyim Asy'ari masing-masing sebagai Anggota.

Dalam putusannya, DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan ketua kepada teradu I Beni Aziz selaku Ketua merangkap Anggota Komisi Pemilihan Umum Kota Bukittinggi terhitung sejak Putusan dibacakan, bunyi poin 2 dalam putusan DKPP yang dilihat KLIKPOSITIF .com di website https://dkpp.go.id/ .

baca juga: KPU Akan Datangi Pasien Covid untuk Pilkada, Ahli Sebut Memperburuk Keadaan

Selain itu, DKPP juga memberi peringatan keras kepada dua Komisioner lainnya yakni Donny Syahputra dan Zulwida Rahmayeni.

Sementara, dua Komisioner Panwaslu, yakni Eri Vatria dan Asneli Warni juga diberi sanksi peringatan oleh DKPP

baca juga: 26 Orang Petugas TPS di Pariaman Diganti karena Dinyatakan Reaktif

DKPP, memerintahkan KPU RI segera mengeksekusi putusan tersebut.

Dicopotnya Benny Azis, merupakan buntut dari dualisme yang terjadi di tubuh PAN Bukittinggi antara Fauzan Hafiz dan Rahmi Brisma.

baca juga: Selain Lapor Polisi, Ali Ngabalin Juga Laporkan Dua Media

Dua orang yang salim klaim kepengurusan itu mendaftarkan Bacalegnya masing-masing pada Pileg 2019 silam, KPU Bukittinggi menerima Bacaleg dari Rahmi Brisma yang membuat Fauzan Hafiz menggugat hingga ke tingkat DKPP.

"Kita belum menerima surat apapun hingga pagi ini, Ketua masih di Jakarta," sebut Sekretaris KPU Kasdanil, Kamis 23 Januari 2020

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Eko Fajri