Ini Jadwal Ujian SKD CPNS 2019 Pemprov Sumbar

Kepala BKD Sumbar Abdul Gafar
Kepala BKD Sumbar Abdul Gafar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Perlu diketahui bagi peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2019 di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Barat (Sumbar), ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) akan dimulai dari tanggal 27 Januari - 6 Februari 2020.

Ujian SKD akan dilangsungkan pada Universitas Putra Indonesia "YPTK" Padang.

baca juga: 425 Titik Lokasi Siap Fasilitasi Pelaksanaan SKD CPNS 2019

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumbar, Abdul Gafar menjelaskan, sebanyak 25.116 peserta yang akan mengikuti ujian SKD nantinya. Jumlah itu merujuk dari pengumuman panitia seleksi pengadaan pegawai negeri sipil Pemprov Sumbar No 800/8500/BKD-2019 tanggal 31 Desember 2019 tentang hasil verivikasi sangahan pelamar pengadaan CPNS Pemprov Sumbar tahun 2019.

Dikatakan Gafar, peserta yang akan mengikuti ujian SKD nantinya agar mencetak kartu tanda peserta ujian terlebih dahulu menjelang hari pelaksanaan ujian di website SSCN.BKN.GO.ID.

baca juga: 15.253 Pelamar CPNS 2019 Kemenkumham Sumbar Lulus Verifikasi Dokumen, Suharman: Isi 73 Alokasi Untuk Penjaga Tahanan

"Agar tidak terburu-buru sebaiknya cetak kartu terlebih dahulu. Sebab, pada saat ujian kartu tersebut wajib dibawa," katanya, Kamis, 23 Januari 2020.

Selain kartu tanda peserta itu lanjutnya, peserta juga wajib membawa dokumen pendukung lainnya seperti asli Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau surat keterangan pengganti KTP yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat.

baca juga: Besok Hasil Seleksi Administrasi CPNS Pemprov Sumbar Diumumkan

"Sedangkan bagi peserta tenaga guru yang memiliki sertifikat pendidik agar membawa fotokopi sertifikatnya yang telah dilegalisir. Begitu juga tenaga kesehatan membawa fotokopi Surat Tanda Registrasi (STR) yang telah dilegalisir sesuai dengan unggahan saat pendafataran," terangnya.

Ditambahkannya, untuk peserta disabilitas yang melamar pada jenis informasi penyandang disabilitas ataupun umum membawa fotokopi surat keterangan yang berlaku dari rumah sakit pemertintah ataupun puskesmas yang menyatakan jenis atau derajat disabilitasnya.

baca juga: Yuk Ikuti Mentoring Gratis CPNS di Abdi Muda

"Nantinya panitia seleksi akan melakukan verivikasi ulang terhadap dokumen pendukung seperti fotokopi sertifikat bagi tenaga guru dan tenaga kesehatan. Serta, surat keterangan bagi penyandang disabilitas tersebut untuk memastikan keabsahan dan kesesuaiannya dengan jabatan yang dilamar," tuturnya.

Sambung Gafar, peserta saat pelaksanaan SKD itu wajib mengikuti tata tertib pelaksanaan, yang mana peserta itu mesti hadir 90 menit sebelum tes berlangsung, mengisi daftar hadir yang telah disiapkan panitia. Kemudian, menunjukan persyaratan mengikuti ujian dan menyerahkan dokumen yang diminta kepada panitia.

"Pakaian yang mesti dipakai peserta mesti rapi dan sopan. Dengan atasan kemeja berawarna putih polos dan bawahan rok atau celana dasar kain berwarna hitam, serta bersepatu fantofel hitaam, dan bagi yang berjilbab mengunakan jilbab merah," ungkapnya.

Dilanjutkannya, peserta dilarang untuk membawa buku atau catatan lain kedalam ruangan ujian. Kalkulator, alat komunikasi, jam tangan, aksesoris, alat tulis, makanan, minuman, hingga bertanya dan berbicara dengan sesama peserta ujian.

"Bahkan peserta dilarang menerima hingga memberikan sesuatu kepada peserta lainnya tanpa seizin panitia selama ujian, serta tidak diperbolehkan keluar ruangan kecuali memperoleh izin panitia dan menggunakan komputer selain untuk aplikasi CAT," tegasnya.

Oleh karena itu tutur Gafar, setiap peserta wajib mematuhi tata tertib selama ujian SKD tersebut, jika peserta melanggar tata tertib ataupun datang terlambat akan dikeluarkan dari ruang ujian dan dinyatakan gugur SKD.

"Kita harap peserta mematuhi peraturan selama ujian, dan kelulusan peserta nantinya memang benar-benar dari hasil kerja sendiri. Jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan motif apapun maka hal itu merupakan tindakan penipuan, oleh karena itu jangan percaya dengan iming-iming apapun. Cukup percaya diri sendiri dapat melalui ujian dengan baik," pungkas Gafar.

Editor: Joni Abdul Kasir