Dicopot DKPP, Ini Kata Ketua KPU Bukittinggi

Ketua KPU Bukittinggi Benny Azis
Ketua KPU Bukittinggi Benny Azis (KLIKPOSITIF/HASWANDI)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Ketua KPU Bukittinggi Benny Azis angkat bicara pasca jabatannya dicopot Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP). Ia mengaku pasrah atas putusan DKPP dan tak berniat melawan atau banding sebab putusan tersebut sudah final.

"Kami dianggap tak profesional dan kami menghormati putusan itu,''sebutnya, Jum'at 24 Januari 2019.

Benny juga mengatakan, pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu diwajibkan untuk taat azas, prinsip, dan melaksanakan setiap putusan peradilan. "Tentu kita patuhi putusan DKPP sebaiknya-baiknya,ke depan tentu kita akan lebih hati-hati,''sambungnya.

Sebelumnya, Benny Azis dicopot DKPP berdasarkan putusan nomor 294-PKE-DKPP/IX/2019 atas dugaan pelanggaran kode etik. Dalam putusannya, DKPP memberikan sanksi peringatan keras dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU Bukittinggi terhadapnya. Sementara itu, 2 Komisioner KPU lainnya yakni Donny Syahputra dan Zulwida Rahmayeni diberi peringatan oleh DKPP.

Dicopotnya Benny Azis merupakan buntut dari dualisme partai PAN antara kubu Fauzan Hafiz dan Rahmi Brisma. Dua kubu itu sama-sama mendaftarkan Bacalegnya pada Pileg 2019, KPU menerima pendaftaran dari Rahmi Brisma sehingga membuat Fauzan Hafiz meradang dan mengadukan permasalahannya hingga ke tingkat DKPP. Fauzan memenangkan gugatannya.

Benny Azis terpaksa "turun pangkat" menjadi Anggota KPU untuk menyelesaikan proses administrasi pemilu yang sudah diambang mata.

"Aktivitas tetap seperti biasa, nanti ada pleno penetapan Ketua baru,''pungkasnya.

Baca Juga

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Ramadhani