Soal Kasus IMD di Pariaman, Kapolres: Kata Mereka Ketumnya Anak Soekarno

PARIAMAN, KLIKPOSITIF - Kasus dugaan penipuan oleh Organisasi Indonesia Mercusuar Dunia (IMD) yang mengiming-imingkan uang senilai 3 milyar rupiah kepada setiap anggota yang menyetor Rp1. 750.000, kini ditangani oleh Polres Pariaman .

AKBP Andry Kurniawan saat ditemui Jumat (24/1) di Mapolres Pariaman mengatakan perihal tersebut. Pihaknya telah bertemu dengan Metua IMD Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.

baca juga: Opersi Patuh Singgalang 2020 Selesai Digelar, Jumlah Pelanggaran di Kota Pariaman Mengejutkan

"Pada Rabu (22/1) malam, kami dapatkan informasi bahwa ada organisasi atas nama IMD di Kota Pariaman dengan kegiatan yang telah meresahkan warga," kata AKBP Andry Kurniawan, Jumat 24 Januari 2020.

Lebih lanjut, Andry mengatakan, dari informasi yang diperoleh, IMD itu meminta uang satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah pada setiap anggota.

baca juga: 6 Anggota Geng Vandalisme GORO Diamankan di Pariaman

"Setelah uang diberikan, maka anggota akan mendapatkan uang senilai 3 miliar rupiah yang diberikan pada akhir Maret 2020," katanya.

Lebih lanjut Andry menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kesbangpol dan ternyata IMD tidak terdaftar.

baca juga: Begini Gambaran UMKM di Pariaman Semenjak 2018 Hingga Pandemi

"Maka dari itu pada Kamis (23/1) baliho organisasi tersebut dicopot. Ada sekitar 10 baliho telah diturunkan," ungkapnya.

Menyoal perihal itu, Polres Pariaman mengundang Ketua IMD perwakilan Pariaman atas nama Meri dan suaminya Ayattudin pada Jumat (24/1) siang.

baca juga: 5 Hari Operasi Patuh Singgalang, Polres Pariaman Tilang Puluhan Kendaraan

"Mereka datang ke kantor, dan kami bersama Kesbangpol menyambut mereka. Saat itu mereka tidak bisa menunjukan legalitas berupa kartu tanda ketua IMD. Dia mengatakan tidak ada kartu itu karena hanya ditunjuk sebagai ketua sementara," ungkap Kapolres.

Dikatakannya juga, dari keterangan Meri dan Ayattudin, Ketua Umum IMD bernama Doni Pedro yang berdomisili di Bandung.

"Kata mereka, Doni Pedro merupakan anak Presiden Soekarno," sebut Andry.

Terkait keberadaan Doni Pedro tersebut, kata Andry lagi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek yang ada di Bandung, di mana Doni Pedro berdomisili.

"Kata Polsek di sana (Bandung), Doni Pedro ini tinggal di sebuah rumah kontrakan," sebut Andry.

Saat ini, status Ketua IMD yang ada di Pariaman itu belum ditetapkan. Namun jika pada akhir Maret, uang yang dijanjikan tidak disetor maka pidana-nya akan naik.

"Nah saat ini mereka belum kami tetapkan statusnya. Namun ketika pada akhir Maret, jika janji tidak dipenuhi maka pidana-nya akan naik atas kasus penipuan ," ungkap Kapolres itu.

Diketahui juga dari Kapolres itu, sebagian uang yang telah disetor oleh 50 anggota telah masuk pada rekening Doni Pedro. Hingga kini, kasus dugaan penipuan ini masih jadi perhatian polisi.

Penulis: Rehasa | Editor: Rezka Delpiera