Unik, Ada Batas Tanah Suku di Dalam Kolam

Batu yang Menjadi Batas Suku
Batu yang Menjadi Batas Suku (KLIKPOSITIF/HATTA RIZAL)

AGAM , KLIKPOSITIF - Ada yang unik di sekitar kolam dekat Musala Baiturrahman Kayu Rantiangan, Jorong Batabuah Koto Baru, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam -Sumbar.

Keunikannya, berupa sebuah batu yang terpancang di dasar kolam. Batu itu mirip nisan, dengan bentuk runcing ke atas, sementara di sekelilingnya berserakan batu-batu kecil. Lokasinya terletak persis di pinggir jalan Alternatif Payakumbuh-Padang atau jalan raya Lasi-Bukik Batabuah.

baca juga: Agam Terkoneksi, Bupati: Internet Gratis Hingga Pelosok Nagari

Pengendara yang singgah, pasti akan melihat batu ini tertanam di dalam kolam dengan jelas, airnya begitu jernih berikut dengan ikan-ikannya.

"Seperti ada kuburan di dalam kolam, aneh ya,''sebut Gusri, pengendara asal Bukittinggi. Namun itu bukanlah kuburan.

baca juga: Lagi, Agam Tambah 26 Pasien Total 465 Warga Terjangkit

Renti Deswita, warga yang tinggal dekat kolam, mengatakan, batu dengan tinggi sekitar 1 meter itu merupakan batas tanah .

"Itu batas tanah antara Suku Koto dan Suku Sikumbang. Awalnya adalah kayu bercabang atau beranting, karena lapuk diganti dengan batu. Saya dapat cerita dari kakek, entah kapan waktunya, saya tidak tahu, yang jelas sudah dari dulu,''sebutnya, Sabtu 25 Januari 2020.

baca juga: Update COVID-19 di Agam Hari Ini, Dua Positif dan 13 Pasien Dinyatakan Sembuh

Batu tersebut tertanam dari dasar hingga ke puncaknya di dalam sebuah kolam berukuran 5x8 meter. Kolam ini mata airnya berasal dari Gunung Marapi sehingga jernih. Air dari kolam ini dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut pengakuan Renti, air ini aman dikonsumsi langsung dan tak pernah kering kendati musim kemarau.

baca juga: Kota Padang dan Kabupaten Agam Zona Merah COVID-19, Ini yang Seharusnya Diterapkan

"Malah musim kemarau itu yang banyak airnya dibanding musim hujan,'' ujarnya.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi