Menyibak Makna Tradisi Serak Gulo di Padang

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Tradisi 'serak gulo' yang dilaksanakan oleh masyarakat keturunan India di Padang pada Sabtu 25 Januari 2020 bermakna saling berbagi.

Gula yang dikumpulkan oleh masyarakat yang ada di daerah tersebut kembali diperebutkan oleh seribuan masyarakat lainnya yang mengikuti tradisi tersebut.

baca juga: Kasus Kembali Bermunculan, Zona Hijau COVID-19 di Sumbar Tinggal Empat Daerah

"Jadi tradisi ini bermaksud untuk saling berbagi kemanisan yang dilambangkan dengan gula," ujar Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan Padang, Ali Khan Abubakar.

Ia mengatakan, tradisi tersebut sudah dilakukan sejak ratusan tahun yang lalu saat etnis India memasuki Kota Padang.

baca juga: Dinkes Pariaman Ingatkan Bahaya Penyakit Kusta, Ajak Masyarakat Lakukan Hal Ini

"Tradisi ini sudah turun-temurun dari nenek moyang kami dan masih tetap kami laksanakan hingga saat ini," lanjutnya.

Ia mengatakan, tradisi tersebut berawal dari seorang kiai yang menykai gula dan ia selalu memberikan gula kepada setiap orang yang meminta untuk diobati.

baca juga: Ikuti tes COVID-19, Ini Kata Satpam Telkom Indonesia Cabang Sumbar

"Jadi beliau mendoakan gula tersebut dan diberikan kepada masyarakat sebagai obat. Gula itu sudah dibacakan ayat-ayat alquran untuk mengobati penyakit," lanjutnya.

Meskipun begitu, masih ada persepsi lainnya yang juga dipercayai oleh masyarakat keturunan India di Kota Padang tentang tradisi tersebut.

baca juga: COVID-19 Kota Padang, Dinkes : Lihat Saja di Website

"Persepsi lainnya itu menyatakan bahwa gula itu menandakan ilmu yang manis dan untuk berbagi ilmu, dilambangkanlah dengan gula," lanjutnya.

Meskipun memiliki banyak persepsi, tradisi serak gulo selalu dilaksanakan setiap tahun oleh etnis keturunan India yang ada di Kota Padang.

"Tradisi ini kami lakukan setiap tahun sebelum Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini akan terus kami," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri