Beredar Info Adanya Pasien 2019-NCoV, Ini Klarifikasi RS Sardjito Yogyakarta

Pihak RSUP Dr Sardjito memberi keterangan pers terkait adanya isu virus corona di Yogyakarta
Pihak RSUP Dr Sardjito memberi keterangan pers terkait adanya isu virus corona di Yogyakarta (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)
SLEMAN, KLIKPOSITIF -

Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Yogyakarta bantah adanya pasien virus Corona atau yang dikenal dengan nama 2019-NCoV di rumah sakit itu. Sebelumnya sempat beredar informasi di media sosial bahwa Virus Corona terdeteksi di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

Kepala Bagian Hukum & Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengakui memang sempat beredar disinformasi yang berawal dari media sosial Twitter. Namun faktanya informasi tersebut tidak benar dan tidak ada pasien yang terdeteksi terjangkit 2019-NCoV.

baca juga: Jumlah ODP COVID-19 di Bukittinggi Hingga Malam Ini

"Yang terjadi adalah adanya pasien yang datang ke sini untuk medical check up. Dia datang dalam keadaan sehat dan memang ia baru saja melakukan kunjungan ke daerah Tiongkok yaitu Hainan, bukan Wuhan," kata Banu Hermawan didampingi dokter spesialis paru dr. Munawar Gani dan Anggota Panitia Penanganan Infeksi (PPI) Purwaningsih.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi pasien yang datang secara klinis juga dalam kondisi baik. Kemudian Banu menambahkan sejak 2 hari terakhir tercatat 3 orang yang melakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif tidak ada terdeteksi virus 2019-NCoV seperti disinformasi yang beredar beberapa waktu lalu.

baca juga: Virus Corona Terus Merebak, Menkumham Cabut Penghentian Visa China

"Kondisinya secara klinis baik dan sore itu langsung pulang serta tidak ada indikasi virus Corona ini. Secara kesiapan, kami siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya. Untuk itu, diimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan jangan khawatir atas informasi yang beredar," katanya.

Sementara itu, dokter spesialis paru RSUP Dr Sardjito, Munawar Gani mengatakan kasus 2019-NCoV ini organ yang kena adalah paru. Dimana virus ini mengakibatkan peradangan jaringan paru oleh mikroorganisme yang dalam hal ini disebut virus corona.

baca juga: Dokter Paru Paparkan 4 Kriteria Seseorang Positif Terjangkit Virus Corona

"Masa inkubasi atau masuknya virus yaitu 2-14 hari. Kalau melebih waktu ini berarti itu bukan terinfeksi virus corona. Kemudian untuk memastikan adanya 2019-NCoV terhadap seseorang ada empat kriteria yaitu pemantauan, pengawasan, probable, dan confirm," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi